oleh

Indeks Pembangunan Manusia Indonesia Masih Rendah Perlu Aspek Pendidikan

Jakarta – Pendiri The Purnomo Yusgiantoro Center yang juga mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2000-2009 Purnomo Yusgiantoro mengungkapkan, dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia yang menganut sistem Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indonesia masih berada di posisi 107 dari 189 negara.

Berdasarkan Data United Nation Development Program (UNDP) tahun 2020, nilai IPM Indonesia adalah 0,718 yang menempatkan Indonesia pada kategori pembangunan manusia yang tinggi, namun berada di bawah rata-rata wilayah Asia Timur dan Asia pasifik.

“Di ASEAN, IPM kita masih lebih rendah dari Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia dan Thailand,” ungkap Purnomo dalam webinar Strategi Penyiapan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral Dalam Transisi Pengelolaan Energi Bersih Pascapandemi Covid 19, Rabu (13/10/2021).

Purnomo menyampaikan, pembangunan manusia diukur berdasarkan IPM dengan tiga indikator yakni harapan hidup, pendapatan nasional bruto, dan pendidikan. Dari ketiga indikator tersebut, pendidikan tercatat yang paling rendah, sehingga ke depan harus terus ditingkatkan bila ingin meningkatkan IPM Indonesia.

BACA JUGA:  Kemen PPPA Kecam Pelaku Pemerkosa Anak Kandung di Sidoarjo Jatim

“Di Indonesia, sektor pendidikan di bawah harapan hidup dan indeks pendapatan. Jadi kalau dilihat kita memang harus meningkatkan pendidikan kita agar nanti seimbang dengan harapan hidup yang cukup baik dan pendapatan nasional bruto,” ujar Purnomo.

Karenanya, di dalam masa transisi pengelolaan energi bersih pascapandemi Covid 19, keberadaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Energi dan Sumber Daya Mineral (BPSDM ESDM) yang merupakan salah satu unit di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menjadi sangat penting.

BACA JUGA:  TPID Kota Tangerang Harus Kendalikan Kenaikan Harga Jelang Nataru

“Pendidikan itu penting, makanya tidak berlebihan kalau saya katakana keberadaan BPSDM ESDM ini sangat penting dalam transisi energi bersih,” kata Purnomo. (*/cr2)

Sumber: beritasatu.com

News Feed