Lebak, – Siberindo.co
Double job atau rangkap jabatan di jajaran (PPK) (PPS) Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak kini menjadi sorotan disemua kalangan aktifis di lebak, Sabtu (31/01/2023)
Hal ini terjadi dibeberapa Desa di Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak khususnya Desa Sinarjaya Desa Majasari Desa Sukaresmi Kecamatan Sobang Kabupaten Lebak. Iwan riztwanto kaur keuangan Desa Sukaresmi, Rumdani kaur keuangan yang sudah memiliki NRPD Desa Sinarjaya, Nursaad- P3K sebagai tenaga pengajar di SDN.1 Sukaresmi Desa Sinarjaya, Sila kepa urusan keuangan Desa M.ajasari, Rumdani Kaur Keungan Desa Sinarjaya
Saat dikonfirmasi via WA, membenarkan jika dirinya memiliki pekerjaan yang lebih dari satu,
“Ya pak.. bener saya bekerja di desa, yang saya tau terkait PPS kan sipatnya kontrak bukan kepanjangan kecuali sipatnya honor yang kepanjangan jadi tidak boleh dobel jop, selain itu ASN dan P3K juga bisa ikutan masa perangkat Desa yang sipatnya bukan ASN tidak bisa.”Kilahnya.
Diketahui, untuk anggota PPS yang terpilih tersebut merupakan seorang pegawai desa yang bertugas di masing-masing desa di Kecamatan Sobang sehingga dengan menjadinya anggota PPS tersebut akan mengganggu kewajiban sebagai pelayanan masyarakat dimasing masing desa.
Hal yang sama dikatakan Iwan Kaur Keuangan Desa Sukaresmi.
” ya betul kang..saya sendiri prades. Tapi saya daftar ke PPS dari awal saya udah jelas status. Sebagai prades..oleh KPU gak ada penolakan, karna setahu saya dalam hal ini d perbolehkan, dan bukan hanya tiga Desa saja, PPK dan PPS sekabupaten Lebak juga banyak yang berstatus Prades.”tuturnya.
Sementara itu, sebut saja AS salah satu warga kecamatan Sobang mengatakan, untuk PPK dan PPS seharusnya orang yang tidak punya pekerjaan. Karena, kalau orang sudah punya pekerjaan menjadi PPK PPS maka ini akan rangkap jabatan, dengan satu otomatis, salah satu pekerjaan akan ada yang terbengkalai dan menggunakan dua anggaran sekaligus.
“Dengan hal rangkap jabatan ini, saya bersikukuh untuk mengadukan permasalahan ini ke DKPP karena ini sudah melanggar aturan yang ada, bahkan saya juga akan mengadukan permaslahan ini ke ASDA 1, ujar AS saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsAppnya.
Ditempat terpisah, kepala Dinas DPMD Babay Imroni sampai berita ini diwartakan belum dapat dikonfirmasi, masih dalam kesibukan. (Yyt)










