banten.siberindo.co – Pemerintah Indonesia terus memperkuat kerja sama ekonomi dengan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui program “Two Countries, Twin Parks” (TCTP) sekaligus memperdalam pembelajaran mengenai strategi transformasi ekonomi, pengembangan kawasan industri, dan peningkatan daya saing investasi. Upaya tersebut dilakukan melalui rangkaian kegiatan “Training Seminar on the China-Indonesia TCTP Cooperation” di Fuzho, pada tanggal 11-24 Mei 2026.
Rangkaian kegiatan terdiri dari berbagai sesi pelatihan, diskusi kebijakan, dan kunjungan lapangan ke kawasan industri serta perusahaan teknologi terkemuka di Tiongkok guna memperkuat pemahaman terhadap praktik terbaik pengembangan ekonomi dan industri. Kegiatan yang disponsori oleh Pemerintah Tiongkok ini dihadiri oleh delegasi Indonesia yang dikoordinasikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, serta diikuti peserta dari beberapa Kementerian/Lembaga, pengelola kawasan yang terlibat TCTP di Indonesia, dan asosiasi usaha.
Dalam sesi pelatihan, delegasi Indonesia memperoleh pemahaman mengenai arah kebijakan makroekonomi dan transformasi industri Tiongkok yang saat ini berfokus pada pengembangan industri berteknologi tinggi, termasuk semikonduktor, kedirgantaraan, biofarmasi, ekonomi ketinggian rendah (low-altitude economy), penyimpanan energi baru, dan robotika cerdas. Pemerintah Tiongkok juga terus memperluas keterbukaan investasi asing pada berbagai sektor jasa sebagai bagian dari strategi pembangunan berkualitas tinggi (high-quality development).
Pembelajaran tersebut memberikan perspektif penting bagi Indonesia dalam menarik investasi asing yang berorientasi pada teknologi maju, ekonomi hijau, dan penguatan rantai pasok industri domestik. Selain itu, keterbukaan sektor jasa di Tiongkok membuka ruang kerja sama yang lebih luas bagi kedua negara, termasuk dalam aspek transfer teknologi dan pengembangan sumber daya manusia.
Delegasi Indonesia juga mendalami kerangka operasional kerja sama Two Countries, Twin Parks (TCTP) yang dikembangkan berdasarkan konsep “Lima Ganda” (Twin Parks, Twin Management, Twin Planning, Twin Support, dan Twin Investment). Melalui pendekatan tersebut, TCTP mendorong integrasi kawasan industri kedua negara melalui penguatan rantai industri, konektivitas logistik, perdagangan, pembiayaan, serta kerja sama sosial dan budaya, termasuk konsep “Twin Parks + Tourism Economy” yang bertujuan mengintegrasikan pertumbuhan kawasan industri dengan pengembangan destinasi pariwisata dan ekonomi lokal.
Dalam berbagai diskusi, para peserta juga membahas tantangan implementasi TCTP, antara lain harmonisasi standar perdagangan, efisiensi logistik lintas negara, serta penguatan daya saing kawasan industri. Pembahasan ini menjadi masukan penting dalam penyusunan Roadmap TCTP yang tengah disiapkan sebagai panduan pengembangan kerja sama kawasan industri Indonesia dan Tiongkok ke depan.
Selain pelatihan, delegasi Indonesia melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah perusahaan dan kawasan industri di Provinsi Fujian dan Zhejiang terkait bidang teknologi digital, sektor manufaktur material baru (advanced manufacturing), energi, dan infrastruktur kendaraan listrik, serta berbagai fasilitas pendukung perdagangan dan logistik. Khusus sektor teknologi digital, delegasi Indonesia memperoleh wawasan mengenai pengembangan teknologi Artificial Intelligence (Al), Internet of Things (loT), sistem keamanan digital, serta pengelolaan Kota Cerdas (smart city). Perusahaan-perusahaan teknologi yang dikunjungi juga menunjukkan pentingnya investasi berkelanjutan pada kegiatan riset dan pengembangan (research and development/R&D) untuk menjaga daya saing industri.
Rangkaian kunjungan juga mencakup peninjauan fasilitas Pelabuhan Fuqing yang menjadi salah satu simpul logistik penting di Provinsi Fujian. Kunjungan tersebut membuka peluang penjajakan konektivitas perdagangan yang lebih efisien antara kawasan industri peserta TCTP di Indonesia dengan kawasan industri di Fujian guna mendukung peningkatan arus perdagangan dan investasi kedua negara.
Melalui rangkaian pelatihan dan kunjungan lapangan tersebut, Pemerintah Indonesia memperoleh berbagai pembelajaran strategis yang dapat mendukung penguatan kebijakan investasi, perdagangan, pengembangan kawasan industri, serta implementasi kerja sama TCTP secara lebih efektif. Ke depan, hasil pembelajaran tersebut akan menjadi salah satu masukan dalam penyusuna langkah-langkah kebjakan untuk meningkatkan daya saing kawasan industri Indonesia dan memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia-Tiongkok.
Turut hadir dan memimpin delegasi Indonesia yakni Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Ali Murtopo Simbolon, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian Pujo Setio, dan Asisten Deputi Fasilitasi Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Kemenko Perekonomian Ekko Harjanto.







