oleh

Gernas BBI 2021 Fokus Produk UMKM Lokal

Kupang – Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kementerian Kominfo Septriana Tangkary mengatakan, Gerakan Nasional  Bangga Buatan Indonesi (Gernas BBI) berfokus pada peningkatan kualitas produk UMKM lokal sehingga memperkuat posisi sebagai nilai tambah yang dihasilkan pengrajin atau seniman Indonesia.

“Untuk tahun 2021, Gernas BBI berfokus pada peningkatan kualitas produk UMKM lokal sehingga memperkuat posisi sebagai high value product yang
dihasilkan oleh pengrajin/seniman Indonesia (Indonesian Artisanal) di seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia,” kata Septriana Tangkary, pada webinar “Mendorong Kreasi dan Inovasi UMKM Flobamora” dengan “Kilau Digital Permata Flobamora”, di Maumere, Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu, (1/5).

Target lainnya pada tahun 2021 adalah peningkatan peran aktif pemerintah daerah untuk kesuksesan Gernas BBI.

“Karena itu daerah pariwisata prioritas di Indonesia dipilih secara bergantian untuk menjadi highlight setiap bulannya,” katanya.

Pandemi COVID-19 memiliki dampak yang besar bagi kita semua, terutama bagi pelaku UMKM. Dalam hal ini pemerintah hadir melalui bantuan stimulus UMKM,

BACA JUGA:  Memperkuat Modal, Bank Banten Terbitkan Saham Baru

Total anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) adalah sebesar Rp699,43 triliun dengan alokasi sebesar Rp186,81 triliun bagi UMKM.

Jumlah tersebut di antaranya untuk bantuan modal kerja produktif, pinjaman tanpa bunga dan pemberian bantuan kepada usaha kecil
mikro.

Diharapkan dengan bantuan tersebut usaha mikro kecil menengah (UMKM) bisa bangkit di masa pandemi.

BACA JUGA:  Hasil Tangkap Ikan Turun Drastis "Dikeluhkan Nelayan Muara Binuangeun

UMKM memiliki kontribusi penting bagi perekonomian negara. Jumlah kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 56-59 persen.

Jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 64 juta unit dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 97 persen.

Dari jumlah tersebut sekitar 17,1 persen pelaku UMKM telah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya. (*/cr9)

Sumber: kupang.antaranews.com.com

News Feed