Lebak, siberindo.co
Program Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang berlokasi di Desa Pasir Eurih Kecamatan Muncang Kabupaten Lebak – Banten, program yang di danai dari dana hibah Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM) tahun anggaran 2020 dan pembangunannyapun di kerjakan pada tahun yang sama hasilnya sangat mubazir dan terkesan di biarkan terbengkalai, seharusnya dengan adanya sarana Program Penyediaan Air Minum di wilayah tersebut masyarakat setempat tidak kesulitan lagi untuk mendapatkan air bersih yang layak untuk di gunakan dan di konsumsi oleh masyarakat, namun dari sejak di bangun pada tahu 2020 hingga sampai 2021 sekarang sarana SPAM tersebut tidak dapat di gunakan, pasalnya tidak ada air yang keluar, kuat dugaan ini di sebabkan akibat mesin penyedot air yang di gunakan tidak sesuai dengan kedalaman pada saat pengeboran sehingga tak mampu mengangkat air hingga ke atas.
Dilansir media suaranusantaranews.net group siberindo.co, Saat media ini mencoba menghubungi salah seorang yang namanya di rahasiakan namun tahu persis tentang program tersebut dirinya mengatakan ” betul Program tersebut di kerjakan pada tahun 2020 dan belum dapat mengeluarkan air, ini di sebabkan mesinnya tidak kuat untuk mengangkat air dan harus di ganti dengan mesin yang lebih besar daya tariknya, insya Allah nanti setelah hari raya Idhul Fitri akan di perbaiki kembali, karena pada mesin tersebut harus ada yang di ganti seperti shibel dan samiksernya, sebab kalau kedua alat itu tidak di ganti tidak akan kuat untuk meyedot air dan meyimpan pada bak penampungan, kalau alat yang lain sudah di pasang semua seperti kran dan yang lainnya. Terangnya
Kemungkinan bulan sawal nanti baru akan di perbaiki kembali, karena saya sudah menghubungi tukang sumur bornya, kalau dia siap bekerja jika sudah ada perintah, insya Allah jika sudah di perbaiki atau di ganti mesinnya sarana tersebut dapat di gunakan dan di manfaatkan oleh masyarakat .tutupnya
Sementara Jalal warga Desa Pasir Eurih saat di pintai keterangan megatakan ” Pembangunan sarana air bersih ini di bangun dari tahun kemarin (2020) tapi saya juga tidak tahu apa nama programnya, masyarakat di sini sudah gembira karena ada sarana air bersih, sehingga tidak kesulitan lagi mencari air bersih, namun pada kenyataannya sampai sekarang sudah tahun 2021 airnya boro- biro mengalir ke rumah warga airnya juga tidak ada, lihat saja kilometernya saja masih Nol, berarti kan sama sekali tidak ada airnya.paparnya. ( Yyt)










