LEBAK -Tim Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ HARFA), menggelar pelaksanaan dan pendistribusian qurban di kampung Lebak Sembada, Desa Citorek Kidul, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak-Banten. Kampung ini adalah kampung paling ujung dan memiliki geografis tertinggi di kawasan Gunung Luhur Citorek, Lebak. Sabtu, (1/8/2020)
Muhammad Murki, selaku penanggungjawab penyaluran qurban menjelaskan bahwa, selain untuk warga kampung, qurban juga didistribusikan untuk para santri yatim dan dhuafa di pondok pesantren Al-Furqon Citorek, Lebak-Banten.”Alasan kami memilih di lokasi ini (kampung Lebak Sembada), karena seperti yang diketahui bahwa di kampung ini belum pernah sama sekali ada pelaksanaan qurban, yang kedua memang disini daerah pelosok dan juga ada pesantren yang banyak dihuni santri yatim dan dhuafa, dan kondisi ekonomi warga juga rata-rata menengah ke bawah. Dan sisi uniknya, ini adalah pelaksanaan qurban di letak geografis paling tinggi di kawasan provinsi Banten, saat menyembelih qurban di pagi hari, itu kabut awan masih menyelimuti kampung ini”. tambah Murki.
Di kesempatan yang sama, Nursanik, yang merupakan salah satu panitia penyelenggara qurban, mengatakan bahwa warga begitu antusias menyambut pelaksanaan kurban di kampung mereka. Sambil mengenakan masker, mereka mengeremuni dan mendatangi lokasi penyembelihan hewan qurban, karena bagi mereka hal ini (pelaksanaan qurban) adalah yang pertama kali dan satu-satunya di kampung mereka. Bahkan mereka sempat terheran dan merasa aneh, karena bisa melihat domba dari jarak yang begitu dekat. Anak-anak para warga dengan riang gembira menghampiri domba-domba kurban dan bermain-main dengan domba tersebut, karena bagi mereka ini adalah hal yang langka dan jarang ditemukan.
“Ini baru pertama kalinya Pak, baru ini satu-satunya, sebelumnya di kampung kita belum pernah ada qurban. Di sini gak ada yang ternak, jadi kami jarang lihat kambing, domba, kerbau apalagi kalau sapi. Makanya, langsung pada lihat ke sini”. Ujar Umanah seorang warga kampung Lebak Sembada.
“Disini belum pernah ada pelaksanaan qurban, mungkin dari yang umurnya paling tua sekalipun, baru kali ini melihat pelaksanaan qurban di kampung ini. Tentu kami sangat bersyukur, mengucapkan banyak terima kasih karena melaksanakan dan mendistribusikan kurban di kampung kami ini. Warga di sini kan kebanyakan hanya mengandalkan hasil pertanian saja, perekonomian disini rata-rata menengah ke bawah. Bisa makan daging setahun sekali juga mungkin jarang kalau daging-daging semacam domba atau seperti daging kerbau”. Ujar Rustandi selaku sesepuh Kp. Lebak Sembada.
“Barudak rareseup neleu embe, jarang pak di dieu mh, teu aya nu miara embe, aya geh hiji doang. Jadi siga aneh teanya, heran kitu. Karak ieu Pak mimitian aya qurban di dieu”. Ungkap Uri warga asal kampung Lebak Sembada.
(Anak-anak sangat senang melihat domba, jarang Pak di sini, tidak ada yang pelihara domba, ada juga hanya satu. Jadi seperti aneh, heran. Baru ini yang pertama mengawali ada qurban di sini)
(Dede Suherli)











Komentar