CILEGON – Saat ini kondisi wilayah di Kota Cilegon kerap dilanda cuaca ekstrem. Mengingat, bulan Desember 2021 sampai dengan Maret 2022 merupakan puncak musim hujan yang dikhawatirkan dapat berpengaruh terhadap keselamatan transportasi dan masyarakat terutama pada saat Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Untuk mengantisipasi terjadinya bencana alam di Kota Cilegon, Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon sendiri sudah melakukan pemeriksaan terhadap alat-alat penunjang evakuasi dan menyiapkan sejumlah titik lokasi evakuasi yang ada di wilayah tersebut.
Sementara, Ketua Terpilih Kampung Siaga Bencana (KSB) Ridwan menyampaikan press release pada Jum’at malam, 03 Desember 2021 bahwa KSB selalu siap siaga, melakukan koordinasi dengan semaksimal mungkin.
“Relawan Kampung Siaga Bencana akan selalu tanggap dan siaga bila ada bencana di Kota Cilegon dan bersinergi dengan Pemkot khususnya Dinsos yang selalu memberikan arahan kepada kami.” Kata Ridwan.
Mengingat dengan adanya informasi dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati saat Rapat Kerja Komisi V DPR dengan Pemerintah, Rabu, 01 Desember 2021 bahwa potensi bencana itu ada di Selat Sunda tepatnya Cilegon, Banten dimana bencana yang dimaksud adalah tsunami dan menjadi skenario terburuk dengan ketinggian 8 meter. (*/rls)










