TANGERANG SELATAN – Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel Ahmad Syawqi berharap dalam proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) nanti. Dindikbud harus melakukan kajian mendalam terlebih dahulu untuk mempersiapkan seluruhnya.
Jika memungkinkan, PTM akan dimulai pada pertengahan 2021 ini. Sehingga harus ada aturan khusus dan penambahan fasilitas yang diperlukan dalam penerapan protokol kesehatan.
“Terkait wacana itu kan perlu kajian yang serius. Karena ini kan terkait kesal matan anak-anak kita dan juga para guru di semua sekolah.” Dilansir metrotangsel.com – grup siberindo.co.
Makanya nanti kami akan panggil Dindikbud dan juga Dinkes Kota Tqngsel terkait adanya wacana ini, kita ingin tahu kesiapannya sepeti apa?” Paparnya.
Dia mengatakan, Komisi II juga ingin mengetahui apakah nanti PTM itu secara normal apakah PTM kebisuan baru.
Pihaknya meminta jangan terlalu terburu-buru menerapkan program itu dalam pelaksanaannya nanti.
“Jangan terlalu terburu-buru, itu yang penting karena kan kita belum tahu apakah normal atau dengan kebisaan baru.
Dan jika penerapan PTM kebiasaan baru apakah kita secara zona penyebaran Covid-19 sudah siap atau belum.
Misalnya berapa batas maksimal jumlah siswa setiap kelas, dan bagaimana jumlah kelas di seluruh Tangsel, apakah sudah memadai?” tegasnya. (*/red).










