oleh

Paket A, B, dan C di Semarang akan Digratiskan

BERGAS – Pendidikan nonformal (PNF) dinilai mampu mendukung kemajuan daerah. Sebab, melalui berbagai pelatihan dan kursus ketrampilan, PNF mampu menghasilkan warga belajar yang memiliki ketrampilan produktif.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, saat ini pihaknya bersama legislatif tengah membahas untuk memperluas jangkauan pendidikan nonformal. Selain kursus keterampilan, paket pendidikan jalur nonformal setara pendidikan formal juga akan diperluas aksesnya. Rencananya, kelompok belajar paket A, B, dan C yang setara dengan SD, SMP dan SMA, akan digratiskan.

Baca Juga  Wisuda 702 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Menteri AHY: Jangan Pernah Berhenti BelajarSleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewisuda 702 taruna-taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Minggu (01/09/2024). Pada kesempatan ini, ia memotivasi para lulusan dan mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan harus disikapi sebagai awal perjalanan sesungguhnya. “Saya berharap tidak pernah berhenti belajar, teruslah menimba ilmu pengetahuan, pengalaman, wawasan dan juga pertemanan karena kita ingin selalu siap selalu adaptif, responsif terhadap perkembangan zaman termasuk berbagai kemajuan di bidang teknologi informasi,” ujar Menteri AHY. Kementerian ATR/BPN sendiri telah melakukan pengelolaan pertanahan dan tata ruang dengan perkembangan teknologi, salah satunya pemetaan kadastral menggunakan drone dan satelit.

“Tujuannya agar warga yang putus sekolah karena terkendala biaya ataupun disabilitas, dapat memperoleh pendidikan yang setara sekolah formal,” terang Ngesti saat membuka ekspo Pendidikan Nonformal di GOR Wujil, Kamis (4/11/2021).

Jika demikian, lanjutnya, diharapkan mereka akan dapat memiliki peluang yang sama dengan lulusan sekolah formal, dalam mendapatkan pekerjaan dan penghidupan yang layak.

Baca Juga  DJKI Mengajar, Ajak Generasi Alpha Pahami Kekayaan Intelektual Sejak Dini

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikbudpora) Kabupaten Semarang Sukaton Purtomo menambahkan, berdasarkan peraturan, pendidikan nonformal dinilai setara dengan pendidikan formal. Sehingga, dengan pelaksanaan ekspo PNF dapat mengenalkan pendidikan yang inovatif dan menarik, kepada masyarakat luas.

“Selain itu, pendidikan nonformal juga menegaskan pendidikan sepanjang hayat dengan kreativitas dan inovasi yang tiada henti,” ujarnya, dilansir jatengprov.go.id.

Ketua Panitia Pelaksana, Lulus Rahmamukti menjelaskan, kegiatan ekspo PNF menghadirkan 33 stan pameran hasil karya warga belajar nonformal. Mereka berasal dari dua sanggar kegiatan belajar (SKB) di bawah naungan Disdikbudpora, pusat kegiatan belajar masyarakat, Lembaga ketrampilan dan pendidikan (LKP), Himpaudi, dan Forum Taman Belajar Masyarakat (TBM).

Baca Juga  Wali Kota Bogor Lelang 46 Barang Pribadi Guna Didonasikan untuk Biaya Pendidikan dan Kebutuhan Anak Yatim Piatu

“Kegiatan berlangsung selama dua hari, dan peserta memamerkan aneka hasil kreasi karya warga belajar,” pungkasnya. (*/cr1)

News Feed