Jakarta – Situasi Papua akhir-akhir ini tengah menjadi sorotan publik dan juga awak media baik Lokal maupun Internasional. Hal ini dipengaruhi oleh tindakan KKB yang terus mengirimkan sinyal dan bahkan Video menantang perang terhadap aparat Kepolisian maupun TNI. Hal itu dapat dilihat dari Beberapa Video yang diunggah melalui YouTube dan atau yang sudah ditayangkan melalui media media mainstream cetak maupun elektronik.
Pengurus DPP KNPI Samtidar Tomagola selaku Sekretaris Jenderal saat dihubungi media menyampaikan rasa prihatinnya terhadap situasi di Papua terkait kesiapan Pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional.
“Kami DPP KNPI apresiasi keinginan Papua untuk menyelenggarakan PON XX pada bulan Oktober, namun juga tidak boleh diabaikan masalah keamanan di sana. Kegiatan PON sebagai Sarana Mempersatukan semangat Kebersamaan dan daya juang, namun nyawa masyarakat sipil harus diprioritaskan keselamatannya,” ujar Samtidar.
Lebih lanjut Sam sapaan akrab Samtidar menambahkan bahwa Sikap KKB merupakan ancaman yang tidak boleh disepelekan. Penembakan Kabinda Prov Papua menunjukan Papua belum aman dan kondusif.
“Banyangkan yang ditembak itu Perwira dari Kopasus dan berpngkat Jenderal. ini sebuah ancaman yang mengganggu stabilitas. Makanya kita mengapresiasi pemerintah yang menetapkan KKB sebagai organisasi teroris karena tindakan mereka telah mengganggu ketertiban umum dan keamanan,” tegas Tomagola.
Setelah penentapan sebagai organisasi teroris, Sam menghawatirkan akan ada reaksi dari KKB yang makin memperparah situasi di Papua. “Jujur kita sangat khawatir, bahwa tiba-tiba ada reaksi dari KKB setelah mereka divonis sebagai teroris. Dan itu akan berdampak pada situasi Papua secara umum,” jelasnya.
Maka dari itu DPP KNPI meminta kepada Presiden RI untuk mempertimbangkan, mengevaluasi dan bahkan sebaiknya memindahkan pergelaran PON tersebut kedaerah lain yang jauh lebih aman, demi menyelamatkan nyawa masyarakat sipil yang datang ke Papua. (*/cr9)
Sumber: satubanten.com










