oleh

PT.Advance Technology Dilaporkan Ke Polda Banten oleh LSM Jambakk

CILEGON – Lembaga Swadaya Masyarakat  Jaringan Masyarakat Banten Anti Korupsi dan Kekerasan ( Jambakk) Laporkan PT. Advance Technology kepada Polda Banten yang diduga telah melakukan pemotongan upah pekerja atau buruh tanpa ada persetujuan dari masing-masing pihak

“ Dikatakan Feriyana Ketua LSM Jambakk “ Ia saat berada di Direktorat Reserse Polda Banten Senin (7/09/2020) Bahwa diduga PT. Advance Technology telah melakukan pemotongan upah terhadap pekerja atau buruh tanpa ada persetujuan dari masing-masing pihak terkait

Laporan ini kami akan kawal dari mulai penyelidikan, penyidikan hingga sampai kemeja pengadilan, terkait laporan aduan ditembuskan juga Kepada Presiden RI dan Menteri Tenaga Kerja ,Mabes Polri , serta kami berharap Dinas Tenaga Kerja Kota Cilegon jangan hanya tutup mata dan telinga atas persoalan tersebut karena banyak persoalan lain selain pemotongan, yaitu persoalan gaji masih di bawah UMK Kota Cilegon dan persoalan-persoalan terkait karyawan yang lain di PT. Advance Technology  “ Tegasnya.

BACA JUGA:  Ratu Ati: Sejarah Bangsa Mencatat Perjuangan Besar Santri

Feriyana juga “ Seperti di kutip Bungasbanten.id – Group siberindo.co “ Ia menegaskan Pihak perusahaan dari PT. Advance Technology berdalih bahwa pemotongan upah terhadap pekerja atau buruh tersebut dikarenakan telah terjadi kerugian perusahaan sebesar sekitar Rp 4.500.000.000,- (Empat Miliyar Lima Ratus Juta Rupiah) yang disebabkan oleh kelalaian pekerja atau buruh tersebut “ sehingga kerugian dengan nominal tersebut dibebankan kepada karyawan pekerja atau buruh tertentu, dengan potongan upah setiap bulannya bernilai bervariasi dengan masa waktu kurang lebih 2 tahun terhitung mulai bulan Juni 2020 sampai dengan bulan Mei 2022

BACA JUGA:  Pengelolaan Dana Desa Ditengah Pandemi, Harus Dapat Menganalisa Resiko

“Diduga Pihak perusahaan dari PT.Advance Technology berdalih kelalaian yang dilakukan oleh pekerja atau buruh ialah pada pekerjaan produk copling/sambungan pipa dimana  barang tersebut sudah dikirim ke luar negeri namun ditolak/return oleh buyer dan menurut keterangan pekerja/buruh belum pernah melihat secara langsung barang yang di tolak /return tersebut sampai laporan aduan ini disampaikan”. Tungkas Feriyana * (Bdi/Red)

Komentar

News Feed