SERANG – Arfai ” putra ke 8, dari 10, bersaudara yakni anak dari pasangan ayah Oji ( Almarhum ) dan ibu Siti Paijah ” yang tinggal di rumah gubuk di kampung Kubang Inpres Rt/010Rw 02, Desa Angsana Kecamtan Mancak Kabupaten Serang Provinsi Banten yang diduga mengidap tumor di dagunya dari mulai lahir sampai saat ini umur 12 tahun ” Dikutip Bungas Banten – Group Siberindo.co
” Ironisnya Siti Paijah yang sekarang menjadi tulang punggung untuk bisa bertahan hidup membesarkan anak -anaknya ” Yang sumber penghasilanya hanya kuli membuat Kerupuk Emping dengan penghasilan perhari 10 ribu rupiah, belum mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Serang” terkhusus mengenai jaminan Kesehatan pioritas bagi putranya yang mengidap penyakit tumor yang hanya bisa pasrah dengan keadaanya,?
” Informasi di dapat dari ketua Rt setempat Leman ” yang mencoba menghubungi relawan Srikandi BAPAS. untuk meminta solusi sekaligus bantuan agar Arfai ” mendapatkan jaminan keesehatan yang pioritas dan Gratis
‘Wina ” pun membenarkan adanya komunikasi dengan ketua Rt bapak Leman ” awal mula saya di infokan dari salah satu sopir Ambulance Puskesmas yang menginfokan bahwa adanya masyarakat kurang mampu yang diduga mengidap penyakit tumor di bagian dahi lehernya, dan saya langsung memberitahu koordinator saya untuk berkunjung langung ke lokasi alamat sesuai yang di infokan dari Ketua Rt tersebut, ” ujarnya, Rabu (6/9/2023)
Di temui ketua Rt Leman, oleh tim investigasi Barisan Advokasi Peduli kesehatan Anak dan Stunting ” (BAPAS) ” Leman menjelaskan bahwa dirinya baru menjabat ketua RT di lingkungan ” namun Leman selama ini selalu berkoordinasi dan mencoba mencari bantuan untuk bisa membantu adinda Arfai, yang tak lain adalah warganya ,namun dengan keterbatasan saya hanya ketua RT desa yang mungkin kurangnya wawasan , sehingga kebingungan harus seperti apa cara untuk bisa membawa warga saya ” agar bisa di rawat dengan baik dan di ambil tindakan medis dari rumah sakit ,karena kalo melihat keluarga Adinda kita ini suguh sangat perlu di bantu dengan keadaan yang kurang mampu makanya saya mendapat informasi untuk menghubungi relawan bidang kesehatan, tuturnya
” Saat wawancara Maman Kaka Dari ibunda Arfai (Uwa -red ) menambahkan ” Sebetulnya pernah ada calon Lurah waktu mau pencalonan beberapa tahun lalu, pernah membuatkan BPJS namun itu BPJS yang Berbayar atau BPJS Mandiri ” karena keterbatasan ekonomi kami pihak keluarga tidak bisa membayarnya melihat kondisi keluarga kami yang berpenghasilan rendah dari mana kami harus membayar sedangkan buat sehari hari makan saja kami seadanya
” Bahkan Ade saya,” Siti paijah ibunda Arfai, Dia tinggal juga ini bangunan rumahnya di tanah milik orang lain, maka dari itu sekarang kami sekeluarga hanya bisa pasrah dengan keadaan dan kondisi ekonomi kami ini, walaupun kita besar hati ingin membawa keponakan saya ini ke RSUD namun karena tidak punya biaya jadi kami hanya berdiam dan tidak bisa berbuat apa –apa, ” Keluhnya-
” Mendengar beberapa keterangan dari ketua Rt dan keluarga si pengidap tumor, Team Investigasi Mendatangi kantor lurah yang tak jauh dari rumah Arfai ” namun karena waktu sudah sore lurah mengarahkan kami untuk kerumahnya yang tak jauh dari kantor desa Angsana
” Saat tiba di rumah Kepala desa Angsana Ahmad Nuriman, menyambut kedatangan FORUM BAPAS dengan baik dan di sela sela obrolan, koordinator Team investigasi menanyakan sejauh mana pihak kelurahan /desa mengawal Adinda Arfai, selama ini
“Ahmad Nuriman Kepala desa Angsana ” menjelaskan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan, namun sampai saat ini kami juga belum mendapatkan informasi lebih lanjut baik dari pemerintah kabupaten Serang ” Ulasnya
Dan saya ucapkan juga banyak terimakasih kepada bapak dan ibu dari forum BAPAS yang sudah mau peduli untuk bersama sama kita mencari solusi, Dan kami dari pihak desa berharap semoga kita bisa bersinergi dengan pihak relawan ataupun Forum BAPAS bisa membawa Arfai ” Untuk ditindak lanjuti di ambil tindakan medis yang pioritas dan baik agar bisa menyembuhkan penyakit yang dideritanya
Karena kami juga perihatin ” namun karena keterbatasan kami juga di desa yang mungkin minimnya ilmu pengetahuan tentang kesehatan atau medis, bahkan di wilayah kami ini, ada juga yang penyakit menaun sampai ganguan jiwa yang sampai saat ini kami dari pihak desa kebingungan harus bertindak seperti apa ” pungkas Kepala desa Angasana Ahmad Nuriman *( RED)










