Kota Serang – Fraksi PKS Kota Serang bersama DPD PKS Kota Serang menggelar Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) ke-IV tingkat Kota Serang. (5/12) Kitab Kuning yang digunakan adalah Kitab Fathul Mu’in, karya Syekh Zainuddin bin Abdul Aziz bin Zainuddin Al-Malibari, dan dinilai oleh 3 juri yang terdiri dari KH. Drs. Sulaeman Ma’ruf (Pimpinan Ponpes Daar El-Istiqomah Kesawon Kota Serang), KH. Drs. Asmuni, M.Pd (Pimpinan Ponpes Riyadlussolihin Kwaron Kab. Serang) dan Kiyai Abdul Fatah, Lc (Pimpinan Ponpoes Insan Cita Gunung Sari Kab. Serang).
Lomba yang diikuti oleh 22 peserta pada tahun ini sedikit berbeda dari sisi teknis, sebab pada tahun ini secara teknis diselenggarakan melalui virtual guna menekan penyebaran Covid-19 yang tengah merebak. Hal tersebut sebagaimana yang disampaikan oleh Hidayatullah selaku Ketua Pelaksana LBKK sekaligus Ketua Bid. Pembangunan Keummatan DPD PKS Kota Serang dalam keterangan tertulisnya.
“Alhamdulillah pelaksanaan Lomba Baca Kitab Kuning (LBKK) IV Tahun 2020 yg diselenggarakan oleh DPD PKS Kota Serang dan F-PKS Kota Serang bisa berjalan dengan baik dan lancar, meskipun pelaksanaan nya secara virtual/daring. Hal ini dilakukan sehubungan dengan adanya pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir,” Kata Hidayat.
Hasan Basri, Ketua DPD PKS Kota Serang yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Serang menyebutkan bahwa membaca kitab kuning merupakan tradisi intelektual umat Islam, yang biasa dilakukan oleh para santri di pondok-pondok pesantren.
“Semoga tradisi ini bisa tetap kita jaga bersama, sebab ini merupakan budaya intelektual kita,” Kata Hasan.
TB. Ridwan Akhmad, Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Serang menjelaskan tiga tujuan utama kegiatan LBKK.
Pertama, untuk menumbuhkan kecintaan kepada ulama, kiyai, habaib, karena mereka berjasa dalam menerangi jalan umat untuk memahami ajaran Islam. Inilah peran ulama sebagai warosatul ambiya atau pewaris para nabi. Kedua, untuk mendorong generasi muda Indonesia agar cinta dan mempelajari bahasa Arab karena bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an dan bahasa khasanah keilmuwan/intelektual Islam yang orisinal. Dengan demikian, lomba ini sekalugus mendorong intelektualitas di kalangan generasi bangsa. Ketiga, dan ini yang terpenting, lomba ini sebagai ikhtiar untuk semakin mengokohkan aqidah ahlus sunnah wal jamaah.
“Lomba ini wujud nyata, PKS sejak didirikan beraqidah ahlus sunah wal jamaah dan tidak berubah sampai kapanpun bahkan semakin mengokohkannya dalam kehidupan umat Islam di Indonesia. Saya mengajak dan berharap kepada generasi muda, termasuk kader dan simpatisan PKS untuk mencintai ulama dengan menghidupkan karya-karya klasik mereka,” Ungkap Ridwan. (DS)










