oleh

Menjelang Nataru, Harga Minyak Goreng di Kota Tangerang Melambung

Tangerang – Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, harga minyak goreng, cabai, dan sejumlah bahan pokok lainnya di Kota Tangerang mulai beranjak naik.

Berdasarkan pantauan di pasar Anyar, Kota Tangerang Selasa (7/12/2021), harga minyak goreng terus naik. Kenaikan harga minyak goreng bahkan sudah terjadi sejak September lalu dilansir beritasatu.com.

“Harga minyak goreng dari September enggak turun-turun bahkan sudah naik menjadi Rp 19.000 atau naiknya sudah sekitar Rp 5.000 dari kenaikan itu,” kata Baihaki, salah seorang pedagang di Pasar Anyar.

Baca Juga  Pemkab Temanggung Perketat Skrining Pelaku Perjalanan Selama Nataru 2022

Baihaki mengatakan harga minyak goreng yang terus naik ini juga dipicu adanya isu terkait larangan menjual minyak goreng curah. Kondisi itu membuat harga minyak goreng kemasan terus melambung.

“Tapi mau enggak mau, pembeli ya beli, meski mahal karena minyak goreng kan komoditas utama,” katanya.

Untuk itu, Baihaki berharap pemerintah segera melakukan upaya untuk menstabilkan harga bahan pokok. Pemerintah, katanya, dapat menggelar operasi pasar menjelang libur Nataru.

Baca Juga  Dibuka Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, APPAMSI Sukses Gelar Munas Perdana

“Agar harga minyak goreng turun. Kita kasihan dengan pedagang kecil seperti tukang gorengan, atau pedagang yang pakai minyak goreng untuk jualannya,” ungkapnya.

Selain minyak goreng, harga cabai juga melambung. Kenaikan harga cabai ini sudah terjadi sejak akhir November lalu.

“Sekarang cabai rawit mencapai RP 65.000 perkilogram atau naik sekitar Rp. 15.000 dibanding sebelumnya. Kalau cabai merah sekarang sekitar Rp 40.000 perkilogram,” ungkap Baihaki.

Baca Juga  Kanwil Kemenkum Malut Ikuti Undangan Penyampaian Visi dan Misi Calon Rektor Unkhair Periode 2025-2029

Baihaki menduga kenaikan harga cabai karena faktor cuaca. Hal ini membuat pasokan cabai dari daerah penghasil berkurang.

“Mungkin karena faktor cuaca yang membuat petani cabai gagal panen sehingga pasokannya juga berkurang. Selain itu, karena mau Natal dan Tahun Baru juga jadi faktor kenaikan cabai di sini. Pembeli juga terus menurun ini. Biasanya sehari bisa menjual 6 sampai 8 kilogram sekarang paling lima kilogram saja,” katanya.(*/cr2)

News Feed