oleh

Wacana Kurikulum Coding & AI, Pemkot Serang Siap Mengikuti Pemerintah Pusat.

Ya, kalau saya sih menyambut baik kalau itu program dari pemerintah pusat, tinggal nanti kita menyesuaikan untuk penerapannya.

Hal itu disampaikan Budi Rustandi Walikota Serang kepada awak media, akan ada wacana soal rencana kurikulum AI (Kecerdasan Buatan) dan Coding (Pemograman) dari pemerintah Pusat, Selasa (06/05/2025).

“Kalau terkait pendidikan apapun itu program dari pemerintah pusat, saya tentunya harus mendukung sepenuhnya yah,” ucap Budi.

Baca Juga  Wisuda 702 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Menteri AHY: Jangan Pernah Berhenti BelajarSleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewisuda 702 taruna-taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Minggu (01/09/2024). Pada kesempatan ini, ia memotivasi para lulusan dan mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan harus disikapi sebagai awal perjalanan sesungguhnya. “Saya berharap tidak pernah berhenti belajar, teruslah menimba ilmu pengetahuan, pengalaman, wawasan dan juga pertemanan karena kita ingin selalu siap selalu adaptif, responsif terhadap perkembangan zaman termasuk berbagai kemajuan di bidang teknologi informasi,” ujar Menteri AHY. Kementerian ATR/BPN sendiri telah melakukan pengelolaan pertanahan dan tata ruang dengan perkembangan teknologi, salah satunya pemetaan kadastral menggunakan drone dan satelit.

“Apalagi di efisiensi ini kita sudah mulai garap,” imbuhnya.

Sedangkan Roni Alfanto wakil Ketua DPRD Kota Serang, menginginkan adanya sosialisasi terdahulu akan adanya kurikulum Coding dan AI.

“Yang penting sosialisasi dulu lah. Kalau memang itu kebijakan pemerintah pusat kami pemerintah daerah wajib melaksanakannya dan harus tegak lurus dengan pusat,” ujar Roni Alfanto.

Hal tersebut, Roni harapkan agar tidak ada sesuatu yang tidak diharapkan (penolakan).

Baca Juga  Program Sekolah Gratis Provinsi Banten Running!

“Agar tidak ada penolakan, maka sosialisasi harus masif dan menjangkau semua. Karena sosialisasi yang tidak tepat dan kurang khawatir banyak penolakan,” ungkapnya.

Kemudian dengan penerapan kurikulum Coding dan AI ini, tentunya akan ada penggunaan teknologi yang canggih. Bahkan bisa digunakan anak ditingkat SD.

Roni Alfanto mengapresiasi hal tersebut sebagai hal yang positif dan tentunya dengan adanya batasan dan pengawasan.

“Bagus, kalau teknologi harus diperkenalkan sedini mungkin, tapi harus di sharing,” pungkasnya.

Baca Juga  Robologee: Laki-laki dan Perempuan Semua Bisa Berpeluang Sama Jadi Programmer

“Harus dibatasilah, sesuai dengan usia dan pendidikan dan lain-lainnya,” sambung wakil Ketua DPRD Kota Serang.

Roni pun mengatakan adanya kekhawatiran jika tidak ada batasan dan pengawasan, khususnya anak kecil.

“Jangan sampai anak kecil bisa mengakses sesuatu yang tidak mendidik. Yang bukan untuk anak kecil malah ditonton,” tandas Roni akan salah satu contoh.

News Feed