oleh

Petani Menjerit Karena Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

KABUPATEN SERANG – Masa tanam Tahun 2021 para petani banyak yang kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi, termasuk para petani di Kecamatan Cikande Kabupaten Serang Provinsi Banten.”  Padahal di Kios Pupuk Lengkap (KPL) sudah menebus ke distributor sesuai data di e-Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

Lantas, apa yang membuat para petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Salah satunya adalah petani masih banyak yang belum mendapat kartu taninya atau tidak terdaftar sebagai petani.

Salah satu pengusaha beras di Kecamatan Cikande Khaerul Anwar “ ia mengatakan, sebenarnya ada persolan yang mendasar masa tanam saat ini petani menjerit karena kelangkaan pupuk. “Kelangkaan pupuk itu ada, dan kesulitan itu yang dirasakan petani. Karena diwilayah kami KPL belum menebus semua jatah pupuk bagi petani, ujar Khaerul Anwar di Kantor PC Ansor Kabupaten Serang , Selasa (8/6/2021) Dikutip Bungasbanten.id – Group siberindo.co

Di Cikande sendiri kabarnya ada ribuan kartu tani yang belum jadi bahkan tersebar ke wilayah Cikande.”  Meskipun sekarang di mudahkan dengan mengisi form untuk mengambil pupuk. Yang sulit itu kartu taninya dan banyak yang belum memiliki kartu tani. Meskipun dipermudah dengan form para petani juga harus minta tanda tangan dulu ke ketua kelompok tani KPL dan petani itu sendiri.” Itu yang menjadikan petani kesulitan mendapatkan pupuk, paparnya.

Baca Juga  Optimalkan Pendidikan non Formal Bagi WBP, Rutan Serang Gandeng Untirta

Ia mengatakan, selain kartu tani yang belum jadi, Pemerintah juga mengurangi kuota pupuk bersubsidi bagi para petani. Dulu petani dalam satu hektarnya bisa mendapat jatah pupuk 2,5 kwintal pupuk. Namun sekarang satu hektarnya hanya mendapatkan satu kwintal. Jadi para petani benar kekurangan pupuk, tutup Khaerul Anwar Wakil Sekertaris PC Ansor Kabupaten Serang. *(HERMAN/SUKARDI)

News Feed