Jakarta – Ketua Bidang Humas dan Kemitraan Sena Wangi Eny Sulistyowati menyampaikan, seni pertunjukan wayang perlu didorong untuk memasuki sektor ekonomi kreatif.
“Kita harapkan wayang mampu menjadi produk kreatif yang mandiri secara ekonomi. Punya basis ekonomi atau pasar. Pertunjukan wayang masuk ke dalam industri budaya pop. Dikembangkan secara multi interpretation. Ada jenis wayang kontemporer, dan jenis wayang lainnya,” ujar Eny Sulistyowati dalam pembukaan Hari Wayang Nasional Ke-3, Minggu (7/11/2021) malam.
Menurut Eny, wayang juga membutuhkan dukungan kekuasaan agar kokoh dan tetap menjadi bagian penting dari kultur bangsa. Melibatkan seluruh elemen bangsa bersifat lintas sektoral.
“Harus bahu-membahu. Berkolaborasi dengan kementerian, lembaga pemerintah terkait, perguruan tinggi, lembaga bisnis, serta komunitas seni dan budaya, khususnya wayang,” terang Eny dilansir beritasatu.com.
Perhelatan budaya yang diselenggarakan Sena Wangi kali ini, kata Eny, benar-benar mengikutsertakan generasi muda milenial, di antaranya para mahasiswa Politeknik Bima (Bina Madani).
“Mereka terjun langsung mempersiapkan acara. Termasuk yang mendesain seluruh materi acara, media promosi, program penayangan video lomba, pengarah lomba animasi film wayang, dan lain-lain. Sehingga view program lebih terlihat milenialis,” terang Eny.
Untuk pertama kalinya di Indonesia, bahkan mungkin pertama di dunia, kata Eny, pergelaran diterjemahkan ke dalam enam bahasa Indonesia, Inggris, Perancis, Jepang, Spanyol, dan Mandarin. “Hal ini sebagai hasil kerja sama dengan Lembaga AIFIS (American Institute For Indonesian Studies),” tutup Eny. (*/cr2)










