oleh

Diduga Tersendat – sendat Pelaksanaan Program Pisew di Desa Wanagiri

PANDEGLANG – Dalam program infrastruktur Pengembangan Ekonomi Wilayah (Pisew) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat /Direktorat Jenderal Cipta Karya , Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Provinsi Banten.

Bahwa pekerjaan tersebut ada dugaan kejanggalan dari pelaksanaan program Pisew ini, yang baru di laksanakan bulan Juli 2021 sekarang, dan itu ada dugaan  keterlambatan dalam pekerjaannya, bahkan baru juga berjalan ke satu minggu kelihatan pekerjaan sudah terlihat tersendat – sendat bahkan tidak ada para pekerja di lokasi tersebut. “ Ungkap warga setempat insial MS, pada Bungasbanten.id, Jum’at (9/7/2021) Dikutip Bungasbanten.id – Group siberindo.co

Lanjut MS ” saya pernah dengar dari pekerja yang sedang istirahat ngopi sambil ngobrol , bahwa kerja di sini ( Pisew) gak lancar sistym upahnya makanya kerjanya juga banyak libur.” Tuturnya

Baca Juga  Saat WH Kunker : RSUD Cilograng Akan Segera Dibangun

“ Dikonfirmasi Ketua Badan Kerjasama Antara Desa (BKAD) Saketi Mujib ‘ Ia mengakui dengan dalih keterlambatan pelaksanaan bukan kesalahan kami “ lantaran lambat turun anggaran dari atasnya “ Kilahnya.

Juga hanya desa Wanagiri ini, di banding desa yang lain untuk wilayah kabupaten Pandeglang dan hal upah pekerja belum sepenuhnya di bayarkan karena mereka itu masih bekerja di sini, “ Kalau persoalan lambat di bayar itu kami sedang upaya dana talangan dulu, mengingat anggaran Pisew turunnya di cicil tidak sekaligus turun “ Tutur Mujib.

Baca Juga  Lapas Cikarang Jadi Tuan Rumah Pembukaan Latihan Gabungan Pramuka Gugus Depan Korwil CIPURWABESUKA

Masih kata Mujib, untuk program Pisew yang kami dapatkan di desa Wanagiri ini adalah guna desa penunjang  ke arah desa Kadudampit  kecamatan Saketi kabupaten Pandeglang provinsi Banten.

Diketahui program Pisew ini, tepatnya di kampung Cibilur dengan pemasangan paving blcok dan Tembok Penahan Tanah (TPT) ini, Bukan karena keterlambatan pelaksanaan saja bahkan untuk pekerjaan TPTnya yang sudah kami kerjakan itu ada perubahan ukuran  pasangan , padahal kami sudah di kerjaakan TPT tersebut sepanjang 100 meteran  “ Ujar Ketua BKAD Saketi

Namun hal perubahan pasangan itu di alihkan ke penkerasan dengan mesin stum baby yang ukuran kecil untuk tujuan dalam pasangan paving blcoknya bisa rata alias rapi.

Baca Juga  Kanwil Kumham Banten Take Video Klip Jingle WBK di Situs Kebudayaan Keraton Kaibon

Dan hal jalan yang masuk keporos desa itu awalnya itu sudah ada penkerasan serta pernah di lapen namun sekarang di bangun kembali masuk ke program Pisew dari kementerian dengan nilai anggaran Rp 600.000.000.,-( Enam ratus juta rupiah ) di bagi dua pekerjaan. “ Jelas Mujib.

“ Dalam hal ini kami laksanakan sesuai arahan dan petunjuk pihak dinas dan konsultan perencanaan dan di sesuaikan dengan RAB adapun hal ada perubahan yang di sebut di atas itu jelas karena perintah “ Pungkas Mujib *(ABRO/NASIR)

News Feed