oleh

Muslimat Mathla’ul Anwar Apresiasi Munashoroh untuk Palestina

PANDEGLANG  Ketua Pengurus Pusat (PP) Muslimat Mathla’ul Anwar (Musma), Trisna Djuwaeli mengapresiasi acara Munashoroh (pertolongan) untuk Palestina yang digelar secara online oleh Koalisi Perempuan Indonesia untuk Al Quds dan Palestina (KPIQP) belum lama ini.

Dalam siaran pers yang diterima resonansi.id (grup siberindo.co), Kamis (8/10), Ketua PP Musma menyebutkan, aksi bela Palestina itu merupakan kepedulian KPIQP terhadap nasib bangsa Palestina, sebab masalah Palestina bukan hanya persoalan yang dihadapi rakyat Palestina, tapi menyangkut urusan seluruh ummat Islam dunia. “KPIQP beranggotakan sepuluh organisasi masyarakat dan lembaga perempuan Indonesia, termasuk Musma. Alhamdulillah kami telah melaksanakan Munashoroh untuk Palestina  secara online belum lama ini,” jelasnya.

Kata Trisna, acara aksi bela Palestina tersebut diisi dengan orasi serta pembacaan puisi dan surat cinta untuk Palestina dari sepuluh ketua Ormas perempuan yang tergabung dalam KPIQP. Selain itu juga dilakukan penggalangan dana untuk membantu meringankan penderitaan rakyat Palestina.

Dalam acara yang bertema “Napak tilas peran perempuan pembebas Al-Quds itu Ketua PP Musma membacakan puisi yang berjudul “Bocah-bocah ingin pulang” karya Awaluddin Imran.

Baca Juga  Oknum Pungli Bansos, Wali Kota Tidak Akan Mentolerir

Puisi yang dibawakan secara syahdu oleh Trisna Djuwaeli itu menceritakan tentang anak-anak Palestina yang gagah berdiri menghadang dan menantang penjajah Israel hanya dengan berbekalkan bebatuan.

Sementara itu, Nurjanah Hulwani, Ketua KPIQP menyatakan, momentum terbentuknya KPIQP pada 17 Agustus 2020 lalu merupakan pengingat tentang perlunya pembelaan bagi perjuangan untuk kemerdekaan Palestina. “Kita membantu Palestina bukan karena kedhuafaan mereka, tapi karena tanggung jawab kita sebagai ummat Islam agar bangsa Palestina terbebas dari penjajahan Pemerintah Zionis Israel,” katanya.

Baca Juga  Kadisdik Jabar : Webinar Dapat Merumuskan Pelayanan Pendidikan

Ia menambahkan, meski berlangsung secara online, namun rasa haru biru dan semangat untuk membersamai perjuangan Palestina memenuhi hati 500 peserta yang hadir pada acara “Munashoroh untuk Palestina”.

Di akhir acara yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 WIB itu terkumpul dana sebesar Rp 265.000.000, dan donasi untuk meringankan penderitaan bangsa Palestina itu masih akan terus bertambah, sebab KPIQP masih membuka pintu bagi para donatur yang peduli terhadap perjuangan Palestina. (RES/RED)

 

News Feed