oleh

Ada Rekayasa Lalu Lintas Tugu Thamrin Jl MH Thamrin di Pindah ke Monas

Jakarta Cagar budaya Tugu Jam Thamrin di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Kebon Sirih segera dipindah ke Monas. Hal ini dilakukan terkait pengerjaan konstruksi jalur MRT Jakarta bawah tanah segmen pertama Fase 2A, yaitu paket kontrak 201.

Fase 2A ini menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Harmoni dengan panjang 2,8 kilometer.

Terkait pemindahan Tugu Jam Thamrin ini, Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta Rendi Alhial mengatakan, akan ada manajemen rekayasa lalu lintas di persimpangan Jalan MH Thamrin dan Jalan Kebon Sirih.

“Manajemen rekayasa lalu lintas telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya. Ini dilakukan untuk menunjang pengerjaan pemindahan Tugu Jam Thamrin,” kata Rendi dalam keterangannya, Selasa (9/11/2021).

Pada manajemen rekayasa lalu lintas, kata Rendi, terjadi penyempitan lajur kendaraan dengan menyisakan 1 lajur kendaraan di tiap jalur di persimpangan Jl MH Thamrin-Jl Kebon Sirih arah timur-barat yang menuju Tanah Abang dan Gondangdia.

Baca Juga  H.Faizal : Jangan Main-main Dengan Covid-19

“Rekayasa lalu lintas tahap ini hanya diberlakukan pada pukul 22.00-05.00 WIB sedangkan pada pukul 05.00-22.00 WIB kondisi lalu lintas berlangsung seperti biasa,” ungkap Rendi.

Rendi mengakui, pengerjaan pembangunan jalur MRT Jakarta Fase 2A lebih kompleks dibandingkan Fase 1. Pasalnya, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A ini melalui banyak situs cagar budaya dan adanya temuan arkeologi lainnya, termasuk Tugu Jam Thamrin.

“Tugu Jam Thamrin perlu dipindahkan sementara sebagai bagian dari proses penggalian struktur bawah tanah Stasiun Thamrin. Pemindahan ini akan dilakukan pada November 2021 hingga Desember 2021,” tandas dia.

Rendi juga menegaskan pemindahan Tugu Jam Thamrin ini merupakan upaya dan komitmen PT MRT Jakarta dalam melestarikan dan mencegah kerusakan cagar budaya serta temuan arkeologi di lintasan kontruksi MRT Jakarta.

Bahkan, kata dia, pihaknya bersama kontraktor pelaksana, yaitu Shimizu-Adhi Karya Joint Venture, telah menyusun metode pekerjaan. Metode itu berupa skema pemindahan sementara, penyimpanan, dan pemasangan kembali yang dinilai paling efektif, baik dari sisi pelestarian cagar budaya maupun teknis, serta jaminan keamanan serta keselamatan kerja dan juga kepentingan publik.

Baca Juga  Syarat Wisatawan Natal Liburan di Puncak

“Metode pekerjaan ini disusun sejalan dengan peraturan perundangan yang berlaku dengan melibatkan tim ahli cagar budaya, arsitektur dan ahli struktur, serta Pemprov DKI Jakarta. Pemindahan Tugu Jam Thamrin ini juga telah mendapatkan persetujuan dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta dan Gubernur Provinsi DKI Jakarta,” jelas dia.

Disimpan
Lebih lanjut Rendi mengatakan, Tugu Jam Thamrin akan disimpan sementara di kawasan Silang Barat Daya Monas dengan tetap memperhatikan aspek pelestarian dan pengamanannya. Tuga Jam Thamrin ini akan dikembalikan di lokasi asalnya dalam kondisi yang lebih baik setelah pekerjaan konstruksi paket kontrak 201 selesai.

“Sebagai salah satu proyek strategis nasional yang melalui banyak situs cagar budaya di Jakarta, pembangunan MRT Jakarta Fase 2A diharapkan dapat membangun infrastruktur yang mampu menurunkan tingkat kemacetan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, memperbaiki kualitas hidup dengan senantiasa memperhatikan faktor keberlanjutan lingkungan, seperti mengurangi polusi dari emisi gas buang dan tanpa menghilangkan aspek kelestarian cagar budaya budaya di sekitar,” tutur dia, dilansir beritasatu.com.

PT MRT Jakarta bersama Shimizu-Adhi Karya Joint Venture (SAJV) selaku kontraktor pelaksana senantiasa memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengguna jalan tetap terjaga selama proses konstruksi berlangsung dengan memasang rambu lalu lintas, marka jalan dan lampu penerangan jalan umum (PJU).

Baca Juga  Pimpin Upacara Hari Kemenkumham ke-78, Gubernur Jawa Barat: Pelayanan Kemenkumham Sangat Mudah

“Kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan selama pekerjaan ini berlangsung. Kami mengharapkan pengertian dan kerja sama dari masyarakat untuk terus mendukung pelaksanaan proyek ini demi mewujudkan kota Jakarta menjadi lebih baik dan nyaman untuk kita semua. Selain itu, kami juga berharap para pengguna jalan dan angkutan umum agar memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas lalu lintas di lapangan,” pungkas Rendi. (*/cr2)

News Feed