Kairo – Grand Syaikh Al-Azhar Ahmad At-Thoyyib menegaskan calon mahasiswa yang sudah memiliki ijazah muadalah (penyetaraan dengan Al-Azhar) dapat mendaftar di Universitas Al-Azhar tanpa mengikuti ujian seleksi.
“Grand Syaikh menyambut baik semua lembaga pendidikan yang akan mengajukan muadalah dengan Al-Azhar,” ujar Ahmad At-Thoyyib ketika menerima kunjungan Ketua Umum Forum Komunikasi Pesantren Muadalah (FKPM)/Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor Amal Fathullah Zarkasyi di kantornya Masyikhotil Azhar, Kairo, baru-baru ini, dilansir beritasatu.com.
Dalam kesempatan itu Ahmad At-Thoyyib mengatakan hendaknya para ulama Indonesia memanfaatkan lulusan-lulusan Al-Azhar dalam menyebarkan wasathiyyat Islam ke seluruh pelosok Indonesia.
Al-Azhar menjadi kiblat pendidikan di dunia, menjadi rujukan keagamaan, dan menjadi pelopor dalam mensyiarkan wasathiyyat Islam.
“Alumni Al-Azhar menjadi duta Al-Azhar dalam menyebarkan paham wasatiyyat Islam,” tegasnya.
Dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (9/12/201), Delegasi FKPM yang terdiri dari pondok pesantren modern dan salafiyah (tradisional) sebelumnya telah bertemu dengan Wakil Grand Syaikh Al-Azhar Muhammad Ad-Dhuwaini dan Sekjen Pusat Riset keIslaman Al-Azhar (lembaga yang menangani penyetaraan ijazah Al-Azhar) Nadzir Ayyadh.
Delegasi dipimpin Waketum DMI Komjen (Purn) Syafruddin. Pada pertemuan tersebut Wakil Grand Syaikh dan Sekjen Pusat Riset Al-Azhar menyambut baik rencana puluhan pesantren modern dan salafiyah untuk mengajukan muadalah dengan Al-Azhar. Bahkan Wakil Grand Syaikh meminta kepada Sekjen agar dilakukan bantuan dan upaya maksimal untuk menyelesaikan proses muadalah pondok-pondok pesantren.
Al-Azhar menerapkan persyaratan muadalah ijazah terhadap semua calon mahasiswa yang akan mendaftar kuliah di Universitas Al-Azhar.
Dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan pejabat Al-Azhar, delegasi FKPM yang dipimpin Komjen (Purn) Syafruddin dan KH Amal Fathullah Zarkasyi menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Mesir dan Al-Azhar, yang telah mendidik, membantu dan mendukung dan memberikan iklim yang kondusif bagi pelajar dan mahasiswa dari Indonesia selama belajar di Al-Azhar.(*/cr2)










