Siberindo.co – Tiga hari jelang Idul Fitri, untuk wilayah pengawasan Loka POM Di Kabupaten Tangerang, jika dibandingkan dengan data intensifikasi pangan tahun 2020, hasil temuan tahun ini menunjukkan kenaikan sarana yang Tidak Memenuhi Ketentuan (IMK)
Kepala Loka POM Kabupaten Tangerang Wydia Savitri mengatakan bahwa pada tahun 2020 sarana yang Tidak Memenuhi Ketentuan adalah 91.746 sementara di tahun 2021 adalah 92,396. Demikian pula dengan temuan produk mengalami kenaikan, dimana pada tahun 2020, temuan produk Tanpa lem Edar berjumlah 181 item dari total 283 tem temuan (64.026).
“Temuan produk rusak berjumlah 29 uem dari total 283 tem temuan (10,226), temuan produk kedaluwarsa berjumlah 3 tem dari total 283 item temuan (1,146). Sedangkan tahun 2021, temuan produk Tanpa Izin Edar berjumlah 75 tem dari total 97 item temuan (77,396), temuan produk rusak berjumlah 21 item dari total 97 tem temuan (21,626), temuan produk kedaluwarsa berjumlah 1 uwem dari total 97 tem temuan (1,026),”katanya, Senin (10/05/2021).
Dirinya juga menjelaskan bahwa selain pengawasan terhadap pangan olahan, Badan POM juga melakukan sampling dan pengujian terhadap 8.144 sampel pangan jajanan buka puasa/takjil, dengan temuan sampel yang mengandung bahan berbahaya, yaitu formalin (0,4594), boraks (0,5996), dan rhodamin 8 (0,739).
“Nah untuk penjual pangan jajanan buka puasa yang menjual produk mengandung bahan berbahaya diberikan pembinaan bersama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan,”jelasnya.
Menurutnya, dalam pengawasan pangan jajanan buka puasa (Takjil) yang dilakukan oleh Loka POM Di Kabupaten Tangerang pada wilayah kerjanya, ditemukan adanya pangan mengandung bahan berbahaya seperti formalin dan rhodamune B.
“Dari 180 sampel yang diuji, didapatkan hasil 173 sampel Memenuhi Syarat (MS) dan 7 sampel Tidak Memenuhi Syarat. Persentase sampel yang IMS : 7 sampel dari 180 sampel (3,994). Adapun 7 sampel yang Tidak Memenuhi Syarat (TMS) pada tahun 2021 tersebut diduga mengandung Formalin sebanyak 1 tem yaitu pada sampel Ikan teri Kecil, Rhodamin B sebanyak 6 uem, yaitu pada sampel Aromanis, Kolak Campur, Kolak Pacar Cina,”pungkasnya. (Mulyadi/fajarbante.com)










