Madrid, Spanyol – Guna menjaga momentum dan kepercayaan dengan tour operator dan agen perjalanan wisata Spanyol, KBRI Madrid selenggarakan webinar bertajuk “Reactivating Indonesia’s Tourism for the Spanish Market” (06/05/2021).
Webinar menghadirkan Iman Santosa, Direktur Bidang Pemasaran Regional III Kemenparekraf; IBM Sade Bimantara, Direktur Eropa I Kemlu; Agus Abdul Majid, Kasubdit Kerja Sama Keimigrasian Antarnegara Kemenkumham; dan Alfonso Carrasco, Direktur Catur Viajes y Expediciones.
Sebanyak 96 penjual paket wisata Indonesia pada pameran pariwisata terbesar Spanyol, FITUR, pada 19-23 Mei mendatang, antusias berpartisipasi.
Kuasa Usaha Ad Interim RI Madrid, Bayu Hari Saktiawan menjelaskan pentingnya menyampaikan kebijakan-kebijakan kepariwisataan dan keimigrasian terkini Indonesia di era COVID-19, khususnya kunjungan wisatawan asing.
“Webinar reaktivasi pariwisata merupakan wujud konkret perhatian pemerintah Indonesia terhadap keberlanjutan sektor pariwisata di masa pandemi COVID-19. Relasi lintas batas perlu dijalin. Diskusi harus berlanjut dan konsumen perlu diberikan kejelasan informasi”, ujar Bayu.
Dalam kesempatan tersebut, Bayu juga sampaikan upaya KBRI Madrid untuk memfasilitasi pelaku jasa perjalanan wisata Spanyol pada tingkat operasional, melalui penyelenggaraan kelas bahasa Indonesia online sepanjang tahun.
Kegiatan telah memperkuat relasi antarpemangku kepentingan pariwisata Indonesia-Spanyol. Tak hanya itu, peserta webinar juga memperoleh informasi kebijakan pariwisata, kebijakan keimigrasian dan kebijakan luar negeri mengenai pemulihan ekonomi melalui sektor pariwisata paling mutakhir.
Untuk membekali strategi pemasaran peserta, disampaikan bahwa pemerintah tengah mengusahakan pembukaan kembali Bali, Bintan dan Batam, dengan memperhatikan data epidemologi Covid-19 yang berkembang.
Dalam merancang paket perjalanan, pelaku jasa perjalanan Spanyol diharapkan bisa berpedoman pada protokol CHSE (Clean, Health, Safety and Environment Sustainability), guidelines yang ditetapkan oleh Kemenparekraf dan kebijakan mobilitas pemerintah terkini.
Selain itu, rencana perjalanan (itinerary) bisa dipasarkan menurut minat masyarakat Spanyol yang menggemari wisata wellness, antropologi, olahraga air, mendaki gunung dan ekowisata.
Dengan adanya pemaparan dari berbagai sisi, pemasaran paket wisata Indonesia bisa dibuat tersendiri, tanpa digabungkan dengan destinasi negara-negara lainnya.
Bermarkas di Madrid, Organisasi Pariwisata Dunia (United Nations World Tourism Organization) sudah mengakui pemberlakuan protokol CHSE oleh industri pariwisata Bali dengan berkunjung langsung ke Bali dan menggelar lokakarya peningkatan kapasitas pada 7-11 Desember 2020.
Sebagaimana diketahui, Indonesia telah menetapkan barometer pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan dengan menjadi negara pertama yang menandatangani Framework Convention on Tourism Ethics, 2 Oktober 2020 lalu.
Spanyol berperan penting terhadap pariwisata Indonesia. Menduduki peringat ketujuh dari sepuluh pasar inti kawasan Eropa, Kemenparekraf mencatat sebanyak 262.452 wisatawan Spanyol telah mengunjungi Indonesia selama periode 2017-2019.
Sementara data Badan Pusat Statistik menyebutkan wisatawan Spanyol rata-rata tinggal di Indonesia selama dua minggu dan mengabiskan sekitar 1.600 USD pada tahun 2016-2019.
Publik Spanyol berharap bisa kembali berwisata pada musim panas mendatang. Media setempat mengantisipasi berakhirnya state of alarm Spanyol pada 9 Mei 2021.
Dari aspek profil kesehatan calon wisatawan, hingga 5 Mei 2021, Kementerian Kesehatan Spanyol telah memberikan dosis lengkap vaksin kepada 11,4% penduduk, setara 5.394.315 jiwa. Sedangkan pada tingkat kawasan, Uni Eropa masih belum selesai merampungkan sistem verifikasi sertifikat vaksin (Digital Green Certificate) serta kebijakan mobilitas bagi wisatawan dan pelaku perjalanan non-esensial. (*/cr2)










