oleh

Fraksi PSI : “Jangan Latah Membuka Sekolah Tatap Muka”

Tangsel – Rencana aktivitas sekolah secara tatap muka akan kembali digelar di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Hasil pertemuan dinas pendidikan di Tangerang Raya, rencananya, sekolah tatap muka akan digelar pada September 2020 mendatang. Pernyataan tersebut selaras dengan pernyataan Kemendikbud untuk memperbolehkan pembelajaran tatap muka dengan mengikuti protokol kesehatan yang ketat pada daerah zona hijau dan kuning.

Pemkot dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan harus hati-hati dan tidak perlu ikut latah untuk membuka sekolah tatap muka, khususnya sekolah PAUD, SD dan SMP. Sebelum semua persiapan infrastruktur dan noninfrastruktur disiapkan secara matang dan detil dan tentunya setelah sosialisasi dan simulasi. Demikian tanggapan Alex Prabu, anggota Komisi 2 DPRD Tangerang Selatan.

Baca Juga  Peduli Masyarakat, Kapolres Serang Bagikan Bantuan Kepada Masyarakat di Kecamatan Cikande

Kehati-hatian perlu karena penetapan zona hijau, kuning hanya bersifat sementara dan tidak sama di semua kelurahan. Apalagi status zona bisa bergerak setiap saat dan juga sangat tergantung banyak tidaknya rapid Test dan tracking yang dilakukan oleh pemkot.

“Penetapan zona sebagai tidak tolak untuk menetapkan kebijakan membuka sekolah kurang tepat dan membahayakan,”tegas Alex Prabu, Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Senen(10/8/2020).

Pembukaan sekolah lebih pada karena ada tekanan dari orang tua peserta didik dan kejenuhan peserta didik. Hal ini terjadi karena tidak ada perubahan kebijakan sistem pendidikan yang signifikan oleh kemendikbud dan dinas pendidikan kota. Kurikulum darurat sebagai acuan sekolah untuk membuat kebijakan pengajaran terlambat diterbitkan sehingga guru selama pembelajaran online masih memakai sistem pengajaran dan penilaian tatap muka maka dari itu guru dan siswa menjadi bingung dan stres. Pengajaran Jarak Jauh menjadi tidak efektif.

Baca Juga  Menata Ulang KUHAP untuk Hukum Indonesia yang Lebih Adaptif

Andaipun sekolah tatap muka terpaksa harus dibuka, Fraksi PSI mendesak dan mendorong Pemkot Tangerang Selatan :

  1. Memetakan kelurahan/ kecamatan manasaja yang memiliki resiko rendah terhadap penuluran covid 19 sehingga dapat ditentukan berapa banyak sekolah yang akan dibuka.
  2. Mempersiapkan infrastruktur terlebih dahulu, tempat cuci tangan, sabun, handsaniziter, masker dan Face sheild yang cukup banyak untuk setiap sekolah negeri dan swasta yang masih belum mandiri secara keuangan.
  3. Mempersiapkan guru untuk memahami kurikulum darurat yang sudah diterbitkan oleh Kemendikbud dan membuat satuan tugas penanganan covid 19 yang bertanggjawab dan mengawasi pelaksaaan protokol kesehatan di setiap.
    Demikian dijelaskan oleh mantan Guru.
Baca Juga  Shtayyeh Menyerukan Eropa Membantu Tekan Israel Izinkan Pemilu di Yerusalem

“Sebelum memulai sekolah tatap muka maka perlu diadakan rapid tes untuk para siswa dan PCR untuk guru dan karyawan dan pastikan selalu diadakan evaluasi terhadap pelaksanaan harian, ini sangat perlu untuk menghindarkan generasi muda tertular Covid 19,”tandas Alex Prabu.(Reza/zher).

Komentar

News Feed