oleh

Direktur PT.Mega Jaya “ Sesalkan Pembangunan Drainasenya Dirusak

LEBAK – Pembangunan drainase baru selesai dikerjakan beberapa hari yang lalu “ namun kini diinjak mobil bermuatan berat dari perusahaan tambang pasir kuarsa.” Sehingga drainase tersebut rusak. “ Akibat dari ulah perusahaan tambang pasir tersebut, drainase tertutup hancuran tembok bahkan tanah yang terbawa air dari aktivitas perusahaan tersebut.

“ Sehingga saat hujan air meluap ke jalan raya yang bisa mengakibatkan rawan kecelakaan. Lokasi tambang pasir tersebut berada tidak jauh dari Pantai Mugo, tepatnya di jalan Nasional Malingping- Bayah, di Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

“ Dikatakan Direktur PT. Mega Jaya, H.Agus Supriatna yang juga sebagai pelaksana di proyek drainase wilayah Binuangeun hingga Cibareno bahwa dirinya menyayangkan dengan adanya kegiatan tambang pasir yang merusak drainase yang baru saja ia kerjakan.

“Saya menyayangkan dengan adanya kegiatan tambang pasir yang tidak menghiraukan keadaan disekitarnya. Dalam artian dampak dari kegiatannya seperti yang telah terjadi drainase yang belum lama selesai dikerjakan malah diinjak mobil pembawa pasir, sehingga drainase pun rusak. “ Imbuhnya.

Selain dari itu proyek tambang pasir tidak memperhatikan dampak dari aktivitasnya, seperti saat hujan ini tanah dari atas terbawa air hingga nenutupi drainase dan air bersama lumpur meluap ke jalan.” Itu kan bisa membahayakan pengguna jalan,” Ujar Direktur PT.Mega Jaya, H.Agus Supriatna kepada Bungasbanten.id – Group siberindo.co, Minggu (11/10/2020)

Selain itu, Mad Soleh Selaku Aktivis Lebak Selatan mengatakan bahwa dampak dari kegiatan perusahaan tambang pasir tersebut sangat mengganggu pengguna jalan dan mengundang rawan kecelakaan.

Baca Juga  Kamar Napi LPP Tangerang di Razia, Ini Kata Kalapas

“Seperti yang saya ketahui, bahwa dampak yang terlihat saat ini adalah lumpur dari perusahaan tambang pasir tersebut menutupi drainase dan meluap ke jalan raya, ini jelas mengganggu dan bisa membahayakan pengguna jalan, terutana pengendara motor.”  Saya berharap kepada pihak perusahaan tambang pasir agar bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi seperti saat ini. Pihak perusahaan harus bisa sedikit meminimalisir persoalan tersebut, dan pihak terkait pun harus lebih tegas bertindak dalam hal ini ” Kata Mad Soleh.

Baca Juga  Cegah Covid-19, Polsek Serang Bagikan Masker di Stasiun KA

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan tambang pasir belum bisa dikonfirmasi dan Bungasbanten.id – Group siberindo.co “ terus menggali informasi lebih lanjut guna pemberitaan selanjutnya   *(UZEX)

News Feed