LEBAK – Sudah lebih dari satu bulan ini cuaca tidak bersahabat, angin kencang dan gelombang air laut tinggi membuat para nelayan Muara Binuangeun tidak mau menanggung resiko sehingga memilih tidak melaut, cukup diam dirumah dan sekali-sekali memperbaiki jaring yang rusak.
Diketahui, nelayan kecil muara Binuangeun menangkap Ikan, Benur dan Lobster dengan menggunakan kapal kecil, perahu kincang dan jaring sesuai kebutuhan. Hal ini berada di wilayah Banten selatan, tepatnya di Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Dikatakan salah seorang nelayan, Yaya (47) warga Tanjung Panto RT 13 RW 14, Desa muara, Kecamatan Wanasalam bahwa dirinya sudah lebih dari satu bulan tidak melaut karena cuaca yang tidak memungkinkan.
“Saya sudah lebih dari satu bulan tidak melaut karena cuaca buruk, angin kencang, kadang angin selatan kadang juga angin barat dan ombak laut pun tinggi. Jika saya memaksa melaut itu menanggung resiko tinggi, yaitu tidak berhasil menangkap Ikan bahkan perahu takutnya terbalik. Memang jika kita dapat ikan saat ini harganya cukup stabil, namun resikonya itu yang sangat berat. Saya pilih diam di rumah namun sekali-kali memperbaiki jaring yang rusak,” ujarnya kepada Bungasbanten.id –Group siberindo.co “ saat dikonfirmasi di lokasi berlabuhnya kapal nelayan, di Tanjung Panto, Desa Muara, Kamis (12/11/2020)
Di tempat yang sama, ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lebak, Nurman membenarkan bahwa saat ini cuaca sedang buruk dan para nelayan kecil Muara Binuangeun banyak yang tidak pergi ke melaut.
“Ya benar… Saat ini cuaca di laut sedang buruk. Sudah lebih dari satu bulan angin selatan, kadang juga angin barat dan ombak pun tinggi sehingga para nelayan di Banten Selatan ini memilih tinggal di rumah. Karena kalau mereka memaksakan melaut untuk menangkap ikan atau pun lobster, itu memakan resiko yang tinggi, Bisa tidak mendapatkan ikan atau lobster bahkan mengundang celaka laut,” ujarnya *(UZEX)










