oleh

18 Titik Banjir Berdampak Pada 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang mulai

Tangerang – Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar menegaskan, di wilayah Kabupaten Tangerang ada 18 titik daerah rawan bencana Banjir selama musim penghujan yang mulai masuk.

Ke-18 titik tersebut akan berdampak kepada 29 kecamatan yang ada di Kabupaten Tangerang yang kini mulai difokuskan penanganan bencananya oleh Dinas terkait dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang.

“Kalau berdasarkan informasi dari dinas terkait dan dari BPBD Kabupaten Tangerang, ada 18 titik yang yang akan berdampak kepada 29 Kecamatan di Kabupaten Tangerang. Oleh sebab itu, kita siapkan sarana dan prasarana penunjang untuk mengantisipasi adanya Banjir di daerah tersebut,” ungkap Zaki dalam keterangan persnya, Kamis (11/11/2021).

Baca Juga  ISOWAKU Dan PT. Modern Industrial Estate Cikande Kirim Bantuan Air Bersih

Kabupaten Tangerang terdiri dari 29 kecamatan, yang akan terdampak Banjir tentu hanya di bantaran kali dan sekitarnya. “Jadi bukan berarti seluruh wilayah Tangerang terkena banjir. Yang titik-titik tertentu saja, walau semua kecamatan ada Banjir dan genangan air. Namun, tidak rawan ada 18 titik saja,” kata Zaki.

Zaki memastikan bahwa seluruh stakeholder baik dari unsur pemerintah, Polri, TNI dan relawan bencana sudah siap apabila memang ada bencana Banjir di kawasan-kawasan tersebut.

Baca Juga  TKK Jakpus Bersama Arnetta Craft Gelar Pelatihan Olahan Limbah Jelantah Jadi Hampers

“Semua stakeholder dan unsur-unsur relawan atau komunitas kita siagakan dalam rangka penanggulangan bencana di wilayah Kabupaten Tangerang. Kita juga sudah siapkan sembako dan peralatan-peralatan, mudah-mudahan bisa mencukupi pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya dilansir beritasatu.com.

Dilanjutkannya, wilayah Banten saat ini masuk dalam daerah terdampak bencana alam hidrometeorologi atau dikenal puncak musim hujan yang diprediksi akan terjadi jelang akhir tahun 2021-2022.

Baca Juga  1.700 Boks Makanan Siap Saji untuk Warga Terdampak Banjir

Oleh karenanya, semua pihak harus sudah mulai berpikir untuk mengantisipasi dampaknya, manakala itu terjadi dengan melakukan mitigasi bencana.

“Saat ini kita sudah mulai melakukan pemantauan di setiap kecamatan yang berpotensi terjadinya bencana banjir. Kita juga sudah siapkan jalur evakuasi bagi korban bencana karena nanti pada bencana Banjir itu, konsentrasi kita biasanya fokus pada evakuasi anak-anak dan wanita. Dan biasanya kelompok lansia terabaikan ditambah ada kesulitan dalam evakuasi lansia ini,” tandasnya. (*/cr2)

News Feed