oleh

Manparekraf Apresiasi Desa Wisata Bubohu Gorontalo Tawarkan Wisata Religi dan Halal

Gorontalo – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi Desa Wisata Bubohu Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo yang menawarkan paket wisata religi dan halal berbasis alam. Hasilnya kawasan tersebut lolos ke tahap 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Dalam visitasinya, Sandiaga menyatakan Desa Wisata Religi Bubohu menjadi desa wisata pertama yang dalam ADWI mengusung wisata religi. Bahkan dirinya memberikan empat santri Pesantren Alam yang berhasil sambung ayat perlengkapan salat.

“Saya baru menemukan satu hal yang cukup unik yaitu pesantren alam. Belajar agama yang menyatu dengan alam, sehingga para santri juga bisa mencintai alam sambil memperdalam ilmu agamanya. Cukup menarik, lokasinya juga bisa membuat wisata religi sehingga masyarakat punya banyak pilihan untuk wisata,” kata dia dalam keterangannya kepada Beritasatu.com, Jumat (12/11/2021).

Baca Juga  Lapas Bekasi Lakukan Sosialisasi Terkait Hak Warga Binaan

Para santri yang melihat kedatangan Mas Menteri pun sangat senang, sehingga mereka langsung menyapa dan melakukan sambung ayat, yang akhirnya dihadiahkan oleh Sandiaga perlengkapan sholat.

Selain pesantren alam, potensi lainnya antara lain Pantai Dulanga, Masjid Walima Emas Bubohu, Museum Alam Karst, dan Museum Alam Fosil Kayu. Desa ini juga dikenal dengan tradisi Parade Walima, yaitu membuat kue walima yang dikenal dengan bama kolombengi dan kue tradisional khas Gorontalo lainnya dalam jumlah banyak yang kemudian disusun membentuk bangunan seperti rumah atau masjid untuk kemudian diarak keliling kota.

Baca Juga  Vaksinasi Covid-19 di Kota Pekalongan Sudah Capai 105.664 Orang

Dia menyatakan saat ini pihaknya masih berupaya meningkatkan wisata halal di Indonesia. Pasalnya, Indonesia dengan penduduk mayoritas muslim, punya peluang besar untuk memulihkan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui wisata halal. Sandi mengatakan, pariwisata halal banyak diminati oleh wisatawan nusantara.

Pihaknya melihat, ada sebanyak 11 miliar dolar AS yang keluar dari masyarakat Indonesia untuk berwisata ke luar negeri dan setengahnya adalah wisata religi. Untuk itu, pihaknya akan mengembangkan wisata religi di Desa Wisata Bubohu.

“Kita melihat pariwisata berbasis komunitas, dan desa. Disini kita melihat ada tadabur alam dan tadabur quran, ibu bisa menjadi paket disaat liburan karena wisatawan nusantara ingin sekali pengalaman spiritual. Di desa ini nanti kita bisa kembangkan,” ujarnya dilansir beritasatu.com

Sebab, pada realitanya banyak ditemui wisatawan lokal yang pergi berwisata ke negeri orang untuk berwisata religi. Hal yang menjadi potensi terbesar dari pariwisata halal ini adalah wisatawan nusantara. Mereka terbiasa berwisata di luar negeri untuk berwisata religi maupun berwisata yang konsepnya muslim friendly tourism. Dikarenakan pandemi tidak memiliki banyak pilihan, dan ini yang harus difokuskan.

Baca Juga  Jalur Hijau di Sepanjang Jalan Abdul Muis Dipercantik

Dia mengatakan beberapa provinsi di Indonesia sudah ada yang mengambil posisi kepemimpinan sebagai pariwisata halal. Tentunya, hal ini menjadi langkah yang baik untuk mendorong provinsi lain dalam mengembangkan wisata halal. Dimana keuntungan dari program ini tak jauh untuk meningkatkan ekonomi kreatif setiap daerah. (*/cr2)

News Feed