Selasa, 23 Juni 2026 | 03:18 WIB
oleh

Petani Menes Didorong Tingkatkan Produksi Ubi Jalar Lewat Pengendalian OPT

Dalam upaya menjaga produktivitas tanaman pangan dan menekan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) pada komoditas ubi jalar dilaksanakan di wilayah Desa Cilabanbulan, Kamis (30/04/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Tunas Kadubitung yang berada di Blok Kadugantar, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Gerakan pengendalian dilakukan pada hamparan ubi jalar seluas 5 hektare dari total luas lahan mencapai 10 hektare.

Komoditas yang dibudidayakan terdiri dari beberapa varietas unggulan, di antaranya ubi ungu, kuningan putih, dan melati, dengan umur tanaman berkisar antara 20 hingga 70 hari setelah tanam (HST). Sementara itu, OPT yang menjadi sasaran pengendalian adalah PB dengan tingkat intensitas serangan mencapai 5,18 persen.

Baca Juga  Kepala Wilayah Jasa Raharja Banten Kunjungi Samsat Serpong, Perkuat Koordinasi Layanan PKB dan SWDKLLJ Bagi Masyarakat  

Dalam pelaksanaan pengendalian, petugas menggunakan bahan pengendali hayati BT-Plus yang mengandung bahan aktif *Bacillus thuringiensis* dan *Serratia marcescens*. Penggunaan agen hayati ini menjadi bagian dari upaya pengendalian ramah lingkungan guna menekan populasi hama tanpa merusak ekosistem pertanian.

Kegiatan Gerdal turut melibatkan berbagai unsur pendukung pertanian, mulai dari petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), hingga tim dari BPTPHP Provinsi Banten. Sebanyak 9 orang petani, 2 PPL, 1 POPT, dan 3 petugas BPTPHP hadir dan terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga  DJP Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Naik Kelas Melalui PP Nomor 20 Tahun 2026

POPT Kecamatan Menes, Iim Rohimah, menyampaikan bahwa setelah pelaksanaan gerakan pengendalian akan dilakukan pengamatan lanjutan di lapangan. Apabila populasi OPT kembali meningkat, maka pengendalian ulang akan segera dilakukan agar serangan tidak meluas dan tetap terkendali.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tanaman ubi jalar milik petani dapat tumbuh optimal dan menghasilkan produksi yang baik, sekaligus meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pengendalian OPT secara terpadu dan berkelanjutan.

Baca Juga  Dimyati Ajak Orang Tua Seimbangkan Pendidikan Umum dan Agama Anak

Share this Post


News Feed