Jakarta – Banjir di Wilayah Mampang Prapatan, Jakarta Selatan yang sempat mencapai ketinggian hingga 170 sentimeter atau 1,7 meter sudah surut.
“Sudah surut semua tadi pukul 00.00 WIB. Jadi dari berhentinya hujan, total enam jam sempat tergenang,” kata Kasudin Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Selatan Mustajab saat dihubungi, Sabtu (13/11/2021).
Dikatakan Mustajab, Banjir dengan ketinggian mencapai 1,7 meter di Kelurahan Bangka, Mampang Prapatan yang paling cepat surut.
“Iya Kelurahan Bangka lebih cepat jadi memang banyak (wilayah) Mampang yang cukup parah,”ujarnya.
Sementara itu, untuk wilayah Komplek Polri Pondok Karya menjadi paling terakhir yang surut. Karena, wilayah tersebut berada di paling hulu dari Kali Mampang.
Meskipun sempat terjadi hambatan karena volume Kali Krukut juga naik dan aliran air hujan yang mengalir ke Kali Mampang sehingga menyebabkan wilayah yang dilintasi Kali Mampang terendam banjir.
“Namun begitu hujan berhenti, enam jam kemudian volume kali mulai normal,” ungkapnya.
Hingga saat ini, pihaknya masih melakukan pembersihan pasca banjir.
Secara terpisah, Camat Mampang Prapatan, Djaharuddin menginformasikan, genangan air di beberapa titik di Kecamatan Mampang Prapatan sudah surut seluruhnya. Beberapa jam sebelumnya, ujar Djaharuddin, genangan air di kawasan tersebut terpantau mencapai sekitar 1 meter di sejumlah wilayah, di antaranya Kemang Raya, Kemang Utara Raya, Jalan Bank, dan Kemang RT 12/RW 3 dilansir beritasatu.com
“Sebagai antisipasi, kami sudah ingatkan warga untuk bisa ke musala dan masjid di wilayah yang lebih tinggi. Tim kecamatan juga sudah siap dengan perahu karet,” ungkap Djaharuddin.
Sebelumnya, 3 RT di Kelurahan Bangka dengan ketinggian Banjir 100 sampai 170 sentimeter. Tiga RT ini disebabkan luapan Kali Mampang dan Krukut.
“Lalu satu di Kelurahan Tegal Parang dengan ketinggian 40 sentimeter dengan jumlah 1 RT dan penyebab luapan Kali Mampang dan Krukut,” ungkap dia.(*/cr2)










