Bogor – Mulai Januari 2022, layanan bus Buy The Service (BTS) Biskita Trans Pakuan mulai berbayar. Namun, Pemerintah Kota Bogor berencana membuat program diskon atau potongan tarif bagi aparat sipil negara (ASN), TNI-Polri, dan pelajar.
“Ini kan program BTS ini diharapkan menarik banyak minat dari pada penumpang. Pelajar, mahasiswa, ASN, TNI, Polri mungkin akan mendapat tarif khusus,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, Jumat (12/11/2021).
Saat ini, 10 unit bus BTS Biskita Trans Pakuan sudah beroperasi di koridor 5 Stasiun Bogor-Ciparigi dan hingga akhir tahun 2021, penumpang yang naik masih gratis. Rencananya, pemberlakuan tarif akan dimulai pada Januari 2022.
Dedie mengatakan, program diskon tersebut sudah masuk dalam pembahasan untuk mendukung BTS. Namun, Dedie belum bisa memastikann kisaran diskon yang rencananya akan diberikan. Hal ini karena rencana tersebut masih perlu diobservasi untuk mengambil langkah-langkah ke depannya.
“Jadi itu sudah pernah dibahas tapi implementasinya saat ini masih dalam tahap piloting kita sambil reviu, observasi dan kemudian dan nanti kita ambil langkah-langkah konkret ke depannya,” ungkap Dedie.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan tujuan utama program BTS ini untuk menarik masyarakat lebih memilih transportasi umum. Dikatakan, BTS mengubah mindset masyarakat dalam mobilitas.
“Angkot penyebab utama macet gak bisa gitu, karena panjang jalan kita itu enggak nambah, tapi kendaraan nambah motor mobil nambah. Maka dengan BTS kita mengubah budaya, mengubah mindset masyarakat secara mobilitas. Tinggalkan itu kendaraan pribadi, mari naik transportasi umum,” ucap Eko dilansir beritasatu.com.
Ke depan, program BTS ini akan terus berlanjut. Salah satunya menjadikan angkot sebagai feeder atau hanya sampai perbatasan wilayah Kota Bogor.
“Setelah ini evaluasi, feeder kita usulkan tahun ini Desember 201 ke pemerintah pusat. Jadi yang dapat BTS ini bukan hanya bus tapi angkot rencana begitu. Kita belajar di Solo dan Semarang itu sasaran kita jadi penataan transportasi berkelanjutan,” ungkapnya. (*/cr2)










