Melalui program Banten Santri Enterpreneur (BSE), Unit Pengumpul Zakat Yayasan Kesejahteraan Pegawai Bank Banten (UPZ YKPBB) BAZNAS Banten kembali mendistribusikan dana ZIS dengan dibukanya Bakery Outlet yang terletak di Ponpes Daarut Tasbih Ar-Rafi Kecamatan Pasar Kemis Kabupaten Tangerang pada Senin (13/2/23).
Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian dari program BSE tersebut, telah terlebih dahulu memberdayakan santri dengan mengadakan pelatihan pembuatan roti di beberapa Pondok Pesantren. Tak hanya itu, para santri juga dibekali dengan dasar-dasar kewirausahaan serta bagaimana untuk menjadi mandiri dan kreatif.
Merespon kegiatan tersebut, Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tasbih Ar-Rafi, KH. Rafiudin Sadakan, mengungkapkan kegembiraannya.
“Tentu ini sangat menggembirakan bagi kami, dengan kegiatan ini merupakan cikal bakal perkembangan ekonomi kerakyatan yang mendatangkan keberkahan dan kesehatan karena bahan-bahan yang insyaAllah berkualitas dari roti nya” ujar KH Rafiudin di sela-sela sambutannya.
Hufron Hendriyanto selaku Ketua UPZ YKPBB BAZNAS Banten menuturkan bahwa pembukaan Bakery Outlet ini merupakan yang ke-empat, dengan tujuan program nya yaitu untuk mendidik santri menjadi Baker, agar santri begitu lulus selain paham ilmu agama tapi paham juga bagaimana berwirausaha.
“Program BSE ini juga merupakan upaya dari UPZ YKPBB BAZNAS Banten untuk menyejahterakan Pondok Pesantren di Banten dan juga mendukung pesantren dalam menyiapkan santri-santri yang lebih produktif.” ujarnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua IV Baznas Provinsi Banten Mulyadi Firdaus yang menuturkan bahwa BAZNAS Banten hadir untuk menjembatani antara muzaki dan mustahik dan juga Instansi yang bersama-sama berjuang mengentaskan kemiskinan di Provinsi Banten.
“Harapan Baznas Banten tentu dengan keberadaan UPZ mampu berkontribusi mengentaskan permasalahan kemiskinan salah satunya program produktif seperti Bakery Outlet ini. Dari ZIS yang disalurkan kepada mustahik berupa program ini, diharapkan mampu mengangkat martabat ekonomi keumatan” ujar Mulyadi.










