Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pandemi Covid-19 di Jakarta hingga saat ini sudah terkendali. Namun demikian, Anies tetap mengingat masyarakat untuk tidak kendor dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).
“Kita bisa mengatakan kondisi (Covid-19) di Jakarta adalah kondisi terkendali. Tapi bukan berarti kita melonggarkan protokol kesehatan, prokes tetap dijaga khususnya penggunaan masker harus kita jaga dengan baik,” ujar Anies saat konferensi pers usai meninjau vaksinasi Covid-19 anak usia 6-11 tahun di SDN Cempaka Putih Timur 03, Jakarta Pusat, Selasa (14/12/2021) dilansir beritasatu.com.
Menurut Anies, salah satu penyebab pandemi Covid-19 di Jakarta terkendali karena laju dan cakupan vaksinasinya yang tinggi. Hingga saat ini, kata dia, jumlah warga yang sudah melakukan vaksinasi Covid-19 dosis 1 sebanyak 11,4 juta orang atau 136 persen dari target.
Sementara total vaksinasi Covid-19 dosis 2 sebanyak 9,4 juta orang atau 112 persen dari target. Target vaksinasi di Jakarta sebanyak 8,9 juta orang.
“Adapun dari lansia, dosis pertama adalah 774.000 atau 102 persen, dan dosis kedua, koreksi 700.000 atau 92 persen dari target.
Untuk kategori remaja usia 12-17 tahun dosis pertama sudah mencapai 1,1 juta atau 114 persen dan dosis kedua sebanyak 967.000 atau 97 persen,” ungkap Anies.
Sementara indikator pandemi Covid-19 terkendali di Jakarta, kata Anies, tampak dari data-data kasus Covid-19. Rata-rata kasus positif Covid-19 harian di Jakarta, tutur Anies, 30 kasus per hari.
Hingga saat ini, jumlah kasus aktif Covid-19 di Jakarta mencapai angka 228 baik orang yang masih dirawat atau yang menjalani isolasi. Sedangkan jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 864.406 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 850.595 dengan tingkat kesembuhan 98,4%, dan total 13.583 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,4%.
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 0,2%, jauh dari ambang batas ideal positivity rate yang ditetapkan WHO 5%.
“Begitu juga dengan kegiatan testing di Jakarta dilakukan aktivitas hingga 9 kali lipat dengan standar minimum yang diberikan WHO, jadi per pekan kita lakukan sekitar 92.000 orang yang menjalani testing PCR,” pungkas Anies.(*/cr2)










