LEBAK – Sebuah Pabrik es milik Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah Selatan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten hasil produksinya tidak memenuhu kebutuhan Masyarakat Nelayan Binuangeun sehingga ada pasokan es dari luar yang membuat harga jadi mahal. Dan itu dikeluhkan para Juragan Kapal, bakul ikan juga nelayan khususnya yang ada di wilayah Binuangeun, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Toton Sopyan, Warga Kampung Karang Malang, Desa Muara, Kecamatan Wanasalam, selaku juragan kapal yang juga pengusaha ikan yang sesekali turun melaut, saat ditemui bungasbanten.id, di rumahnya ia mengatakan keluhan para nelayan Binuangeun.
“Tadi saya ke depot es, beli es 25 balok dengan harga perbaloknya Rp 29.000,-, padahal depot es tersebut belanjanya ke pabrik es milik KCD. Menurut saya itu terlalu mahal dan menjadi beban lagi kepada para nelayan,” ujarnya, Kamis (15/7/2021) Dikutip Bungasbanten.id – group siberindo.co
Lanjut Toton, “Saya berharap harga es balok tersebut jangan terlalu mahal, pihak KCD harus bisa menjembatani agar para penjual di depot es menjualnya tidak terlalu melambung, yang wajar-wajar saja lah.” pungkasnya.
Sementara, Afit Gandamanah, SH.MM, Kasubag Tata Usaha (TU) Kantor Cabang Dinas (KCD) Wilayah Selatan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Banten, mengatakan bahwa pabrik es milik KCD dikelola oleh pihak kedua dan sudah ada MoUnya, juga pabrik es tersebut tidak bisa mengakomodir nelayan semuanya.
“Jadi pabrik es milik KCD itu dikelola oleh pihak kedua dan ada MoUnya dan itu kewenangannya ada dipihak kedua. Sebenarnya pihak kedua itu menjual kepada depot es perbaloknya hanya Rp 19.000,-, namun depot es itu menjual dengan harga Rp 29.000,- karena mengimbangi harga pemasok es dari luar,” terangnya, saat dikonfirmasi,di ruang kerjanya.
Afit juga mengatakan, “untuk menanggapi keluhan para nelayan terkait tidak terakomodir kebutuhan es dari pabrik es milik KCD, solusinya harus menambah pabrik es disini, setidaknya nambah satu pabrik lagi dan nanti kami akan segera mengajukannya.” pungkasnya. *(UZEX)










