oleh

Tiga Bersaudara Ini Andalkan 700 Ribu Untuk Biaya Makan Selama Tiga Bulan

Siberindo.co – Keadaan tiga bersaudara Nana (54) tahun karena miskin belum menikah begitu juga dua saudara kandung nya yaitu Nasih (52) wanita perawan tua dan Nasin (45) belum juga menikah karena memiliki penyakit keterbelakangan mental. Mereka tinggal di Kawasan Gang Sadiih RT 03/03 Kedaung Baru Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, dan untuk kebutuhan sehari-hari mereka mengandalkan bantuan tetangga.

“Ini Nasih adik perempuan saya yang memasak makanan, kalau lagi tidak ada duit ya tidak makan, dan kalau dikamar itu namanya Nasin adik saya juga maaflah, dia mempunyai penyakit keterbelakangan mental, ya beginilah nasib kita bertiga belum pada menikah,”ujar Nana sambil memelas saat ditemui wartawan di rumahnya,” Jumat (15/01/2021)

Nana juga mengatakan bahwa dirinya pernah menjadi tukang becak di depan kantor Kecamatan Neglasari, namun sering tidak dapat penumpang sehingga berhenti, dan sekarang buang sampah tetangga menggunakan becak itu juga.

Baca Juga  Dua Orang Pelaku Pencuri Sepeda Motor Babak Belur dan Nyaris Tewas Dihajar Warga

,”Ya, ketimbang nganggur lumayan satu minggu dibayar 5 ribu perorang , ada empat tetangga, jadi dapat 20 ribu perminggu,” ujarnya.

Nana kakak yang paling tua ini juga mengutarakan bahwa dia tinggal dirumah ini dengan tidur memakai alas karpet seadanya, karena memang dirinya tidak punya istri, namun dia masih bersyukur karena sedikit terbantu dengan mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat melalui program keluarga harapan (PKH) pertiga bulan sekali kurang lebih 550 ribu untuk makan selama tiga bulan.

Senada, Nasih menambahkan bahwa dirinya ikhkas merawat adiknya yang mengalami keterbelakangan mental seorang diri, karena sejak kedua orang tuanya meninggal dunia, dirinya yang menyiapkan makan untuk abang dan adiknya itu, dan selama tiga bulan hanya mengandalkan uang sebasar 700 ribu yaitu bantuan dari bantuan PKH 550 ribu pertiga bulan dan dari penghasilan jasa membuang sampah sebesar Rp150 ribu pertiga bulan juga yang diberikan abangnya.

Baca Juga  Ketum BBP Eli Sahroni : Gubernur Banten Harus Diapresiasi, ASN Mundur itu Cermin Tak Memiliki Integritas

“Kebutuhan sehari – hari ya itu bantuan PKH dan ditambah uang dari abang saya, jadi kalau digabung tiga bulan 700 ribu kalau tidak punya uang kadang minta minta nasi putih sama keluarga dan tetangga, sering juga egak makan ya minum aja,” lirih Nasih.

Nasih berharap dirinya bertiga Pengen banget ketemu sama Wakil dan Walikota Tangerang mau cerita tentang penyakit adik saya itu, siapa tahu dapat berobat gratis, dan juga ingin bertemu dengan pak Gubernur.

Baca Juga  Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan Ke-60: Lapas Kelas IIA Cilegon Tabur Bunga Di Taman Makam Pahlawan

“Sampai kemimpi -mimpi saya didatangi Pak Gubernur Banten, kata orangkan pak Wahidin asli orang Tangerang kan ya Mas, tapi mau nemuin tidak tahu rumah dan kantornya,”bebernya.

.
Sementara Ketua Rukun Warga (RW) setempat Untok mengaku, keluarga Nana atau tiga bersaudara itu memang Selayak nya pihak Pemkot Tangerang dan Pemprov Banten segeralah memberi bantuan perobatan dan bansos, karena mereka masuk dalam golongan orang miskin. Apalagi, Nasin, sudah lama sakit keterbelakangan mental.

“Banyak orang hebat di sekitar kita.Kisah tiga bersaudara pak Nana,Nasih dan Nasin, layak untuk jadi inspirasi bagi semua Pejabat Pemerintah Daerah, mari kita berbagi rasa dan kita jadikan mereka sebagai sosok masyarakat yang Merdeka,” tukas Untok.

(Mulyadi/fajarbanten.com)

News Feed