oleh

Hadiri Ekspos Pengawasan Pelaksanaan Pilkada Tahun 2020, Helldy Ajak Masyarakat Bersatu

CILEGON – Walikota Cilegon, Helldy Agustian hadiri kegiatan ekspos pengawasan pelaksanaan Pilkada tahun 2020 di masa Covid-19 yang diselenggarakan Bawaslu Kota Cilegon.

Helldy ungkap soal seruan urgensi Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon ke depannya. Helldy menilai, Pilkada 2020 dengan situasi covid-19, Bawaslu yang sangat fair. Helldy ajak masyarakat perbedaan saat Pilkada untuk kembali bersatu.

“Perlu diapresiasi sampai ketua KPU aja dilaporin. Sudah kita lupakan semua tidak ada 1, 2, 3 dan 4 konstitusi mengatakan Helldy-Sanuji sebagai kepala daerah Cilegon,” ungkap Helldy, Selasa (16/03/2021).

Baca Juga  Presiden Prabowo Subianto Tandatangani PP tentang Penghapusan Piutang Macet UMKM

Helldy menekankan, Cilegon sebagai rumah kita yang perlu dijaga, dibersihkan semua elemen perlu bersatu untuk membangun rumah kita ini, agar bisa bersaing dengan daerah lain. Dengan, angka partisipasi Pilkada di Cilegon, ia mengucapkan terimakasih kepada KPU.

“Dalam hal kebenaran, tidak ada intervensi atau intimidasi dan semua masyarakat Cilegon mulai cerdas, karena yang duitnya sedikit yang menang. Ini perlu kerja nyata dan real,” kata Helldy.

Baca Juga  Pimpinan OPD Ikut Awasi Penanganan Pasien Covid-19 di Asrama Haji

Helldy mengapresiasi hasil kerja Bawaslu dan KPU serta kemitraan yang telah terbangun, ia berharap keberhasilan di 2020 lalu bisa ditingkatkan untuk mengawal program pembangunan, agar on the right track karena tantangan yang dihadapi ke depan tak ringan.

“Saya ucapkan terima kasih semua masyarakat Cilegon yang menggunakan haknya saat Pilkada lalu, apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Semoga Cilegon ke depan jauh lebih sejahtera ini pilihan rakyat,” pungkasnya.

Baca Juga  Modus Minta Sumbangan, Nama Bupati Lebak Dicatut

Helldy juga mengajak agar masyarakat mendukung program-program yang akan dikeluarkan Pemkot Cilegon, karena saat ini Produk Domestik Regional Bruto (PRDB) Cilegon ada diurutan ke-enam se-Indonesia.

“Ada perputaran uang yang luar biasa disini, dengan Pandeglang selisih 300 miliar dengan jumlah penduduk kita yang lebih sedikit, tapi kenapa kemiskinan dan pengangguran kita lebih tinggi dibandingkan Pandeglang. Dan yang masalah adalah ketimpangan gini ratio meningkat dari 0,6 jadi 0,39 persen,” papar Helldy. (*/red)

News Feed