oleh

Ini Penyebab Kota Cilegon Masih Berstatus Zona Oranye Covid-19

CILEGON – Kota Cilegon masih berstatus zona oranye penyebaran Covid-19. Hal ini terjadi hampir dua pekan, ketika daerah lain sudah menjadi zona kuning, .

Dana Sujaksani selaku Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kota Cilegon mengkonfirmasi bahwa faktor yang menyebabkan Kota Cilegon masih berada di zona oranye yaitu tingkat kematian akibat Covid-19 yang masih tinggi.

“Pada tingkat nasional sebesar 2 persen lebih, Kota Cilegon masih di angka 3 persen. Ini yang kemudian menjadi pokok bahasan kami di tim gugus tugas. Artinya, kami harus kencangkan ikat pinggang dan berlari kencang untuk meminimalisir kasus kematian akibat Covid-19,” ujar Dana, Senin (15/03/2021).

Dia mengatakan, surat dengan nomor 01/02/2021 tentang Instruksi Wali Kota yang ditujukan kepada Camat, Lurah, Ketua RT dan RW tersebut, isinya meminta agar mengaktifkan Posco Covid-19 pada wilayahnya masing-masing. Untuk itu pihaknya tetap melakukan pengawasan yang melekat sesuai dengan surat keputusan pembatasan kegiatan dalam rangka pencegahan virus Corona.

Baca Juga  MUI Dan FSPP Banten Terima Kain Sarung Lebaran Dari Kapolri Listyo Sigit Prabowo

“Pokoknya, walaupun Kota Cilegon sudah zona oranye, kami tidak mau kecolongan. Terus melakukan pemantauan pada setiap kerumunan dan juga keramaian,” ujarnya.

Diketahui, data sampai dengan 14 Maret 2021 untuk kontak erat 7.373 kasus, kasus suspek 3.749 orang dan kasua probable 1. Sementara dirawat 188 orang, sembuh 4.501 orang dan meninggal 149 orang. Selain angka kematian yang tinggi, penyebab masih zona oranye adalah masih banyaknya warga terutama pedagang di pasar-pasar, yang membuat gugus tugas harus terus melakukan sosialisasi. (*/cr3)

News Feed