oleh

Sistem Pemadam Kebakaran di Hotel Bandung Tidak Maksimal

BANDUNG–Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung menyebut mayoritas hotel dan tempat usaha di Koota Bandung belum memiliki sistem pemadaman kebakaran yang maksimal. Padahal, memasuki musim kemarau, perangkat tersebut krusial untuk dimiliki.

Kepala Diskar PB Kota Bandung Dadang Iriana mengatakan, hal tersebut diketahui dari peninjauan rutin yang dilakukan pihaknya. Beberapa peranti pemadam api seperti hydrant dan water sprinkle tidak terpelihara.

“Hotel dan apartemen rata-rata belum maksimal hydrant-nya, juga sprinkle-nya. Tidak ada perububahan setiap pemeriksaan,” ungkapnya ketika ditemui di Balai Kota Bandung, Kamis (16/7/2020).

Ia berharap, di musim kemarau dimana intensitas bencana kebakaran kerap meningkat, para pelaku usaha tersebut dapat mengantisipasinya dengan memaksimalkan sistem pemadaman yang ada.

“Ya pelaku usaha dan para pemilik hotel sebaiknya meningkatkan kesiagaan terhadap pemadaman kebakaran,” ungkapnya.

Baca Juga  Perserang Raih Kemenangan Perdana Usai Taklukkan PSPS Riau

Meski demikian, ia mengatakan, secara umum hingga saat ini intensitas bencana kebakaran di Kota Bandung menurun bila dibandingkan dengan tahun lalu. Hingga saat ini terdapat total 89 perisitiwa kebakaran di Kota Bandung yang rata-rata melahap bangunan rumah akibat kelalaian.

“Tahun kemarin total kebakaran ada 272 kasus. Dari yang 89 tersebut, separuhnya juga berhasil dipadamkan warga,” ungkap Dadang.

Baca Juga  Ingatkan Masa Pensiun, DPR Sebut Sikap Idham Azis Perwujudan Promoter

Ia mengatakan, hal tersebut menunjukan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana kebakaran secara umum telah menigkat.

Komentar

News Feed