Jakarta – Jumlah pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat kembali mengalami kenaikan. Data per hari ini, Selasa (16/11/2021), jumlah pasien bertambah 19 orang sehingga menjadi 215 pasien terdiri dari 71 pria dan 144 wanita. Hal ini berarti, jumlah tempat tidur di Wisma Atlet yang terpakai 2,72% dari kapasitas 7.894 tempat tidur.
Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Kolonel Marinir Aris udian menyebutkan sehari sebelumnya jumlah pasien 196 orang. Namun dengan bertambah sebanyak 19 orang yang dirawat inap di RSDC Wisma Atlet menjadi 215 pasien.
“Hal ini menunjukan perlu peningkatan perawatan secara insentif di Wisma Atlet dan penekanan terhadap protokol kesehatan sehingga mempercepat penyembuhan pasien yang sedang dirawat sehingga dapat terjadi pengurangan jumlah yang signifikan,” kata Aris di Jakarta, Selasa (16/11/2021).
Aris mengatakan sejak dibuka, rumah sakit darurat ini telah didatangi berbagai kategori pasien Covid-19 yang jumlahnya mencapai 129.031 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 128.816 orang telah keluar dari RSDC Wisma Atlet Kemayoran dengan perincian pasien rujuk ke RS lain sebanyak 1.043 orang, pasien sembuh sebanyak 127.177 orang, dan yang meninggal sebanyak 596 orang.
Situasi yang berbeda terjadi di RSDC Wisma Atlet Pademangan Jakarta. Pasien yang rawat inap di RSDC Wisma Atlet Pademangan berkurang dibanding hari sebelumnya. Saat ini, jumlah pasien yang rawat inap di Wisma Atlet Pademangan sebanyak 3.828 orang atau 66,05 % dari kapasitas 5.796 tempat tidur. Jumlah pasien hari ini berkurang 294 orang dari hari kemarin sebanyak 4.122 pasien, dilansir beritasatu.com.
Lebih lanjut, Aris mengatakan, jumlah pasien di RSDC Rusun Pasar Rumput ada 1.790 orang. Jumlah ini bertambah 653 orang dari sehari sebelumnya yang berjumlah 1.137. Jumlah ini terdiri dari 885 laki-laki dan 905 perempuan.
“Jumlah pasien yang terdaftar sejak RSDC Pasar Rumput dibuka sebanyak 16.903 orang dan jumlah pasien yang keluar sebanyak 15.113 orang,” pungkas Aris.(*/cr2)










