oleh

Inspektorat Diminta Lakukan Audit ke SMAN 2 Bayah, Ada Apa..?

BANTEN – Komunitas Aspiratif (Komunas) mendesak Inspektorat melakukan audit terhadap Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Bayah yang diduga sengaja melakukan pemotongan dana bantuan program Kartu Indonesai Pintar (KIP).

” Dan bila ada indikasi pidana, untuk efek jera agar dibawa ke penyidikan penegak hukum,” ujar Achmad Syarif Aktivis Komunas saat dimintai tanggapanya. Senin (17/8/20)

Dikatakanya tidak boleh ada pemotongan atau dalih apapun untuk mengurangi haknya warga miskin. Sebab, bantuan itu merupakan hak siswa dan harus diberikan utuh kepada siswa penerima.

Achmad Syarif juga memint masyarakat agar jangan ragu untuk melaporkan ke kepolisian bila mendapati adanya pemotongan atau pungutan dana KIP.

” Masyarakat silahkan lapor ke penegak hukum bila dana bantuan di potong,” pintanya.

Diberitakam sebelumnya Ditanya Soal Dugaan Pemotongan Dana KIP SMAN 2 Bayah, Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten Wilayah Lebak, Sirojudin akan lakukan konfirmasi ke Kepseknya.

Baca Juga  Internet Tak Bisa Digunakan, Orang Tua Siswa Mengeluh

” Saya kroseck dulu ya pak ke Sekolah,” ujar Sirojudin kepada Top Time (Group Siberindo.co), Kamis (13/8/20)

Sementara Nana Suryana salah satu staf KCD saat di komfirmasi perihal dugaan pemotongan dana KIP oleh pihak sekolah mengatakan akan mengkomfirmasi Kepala Sekolah SMN2 Bayah.

” Nanti akan kita komfirmasi Kepseknya,” ujar Nana Suryana, Selasa (11/8/20)

Pria yang akrab disapa Bonay ini juga mengaku bahwa dirinya adalah salah satu Satuan Tugas (Satgas) Program Indonesia Pintar ( PIP ) dari pusat dan menjelaskan bahwa bantuanya bukan sebesar Rp.900rb.

” Kebetulan saya satgas PIP dari pusat, bantuanya 1 juta/tahun, bukan 900,” ucap Bonay.

Sebelumnya diberitakan Kasus pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) 2020 diduga terjadi di  Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 2 Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.

Salah satu orangtua siswa penerima KIP yang enggan di sebutkan namanya mengaku uang KIP miliknya diambil Rp. 100 rb  oleh gurunya untuk biaya mondar-mandir

Baca Juga  Madrasah di Lebak Ambruk Saat KBM Berlangsung

” Saya hanya menerima uang Rp. 800 rb, yang awalnya Rp. 900 rb,” ujarnya, Senin (9/8/20) kepada media. 

Dirinya menjelaskan sebelumnya dari kelas 11 anaknya tidak pernah setelah kelas 12 baru mendapatkan bantuan, tapi kata dia, temen-temenya yang lain mendapatkan.
” Baru kali ini anak saya mendapatkan bantuan sebelumnya dari kelas 11 belum pernah,” ucapnya

Kendati demikain pihak orangtua tidak pernah tau menahu berapa nilai bantuan yang didapat setiap penerimaan. Menurut penuturan anaknya unganya bantuanya senilai Rp. 900 rb dipotong Rp. 100 rb buat mondar-mandir guru.

” Saya tidak tau berapa dapetnya, yang jelas anak saya hanya nerima Rp. 800 rb yang diberikan oleh salah satu Guru,” pungkapnya

Harusnya, kata dia biarkan orangtua masing-masing yang ngasih gurunya seiklasnya, sebab jumlah yang di pangkas terlalu besar.

Baca Juga  Mendikdasmen Tegaskan Pentingnya Partisipasi Semesta Dalam Mendukung Partisipasi PAUD Tahun 2026

” Dulu saja waktu anak saya masih di SMP dapet bantuan Rp. 750 rb kita kasih uang rokok asal jangan di patok,” katanya bercerita.

Sementara guru SMAN 2 Bayah berinisial E saat di komfirmasi perihal pemotongan bantuan program KIP/PIP berkelit bahwa itu bukan pemotongan, atau pemangkasan namun buat biaya operasional mulai dari persyaratan hingga pembelian materai.

” Jadi itu bukan pemotongan dalam situasi pandemi ini, pihak sekolah lah yang mengurus segala sesuatu nya, dari jumlah 40 siswa yang bisa cair 20 siswa, kami ambil Rp. 100 rb per siswa untuk mengganti pengurusan sampai pencairan,” pungkasnya 

Sementara Kepsek SMAN 2 Bayah M. Nur saat di komfirmasi mengatakan dengan singkat, bahwa tidak tau menau perihal tersebut hanya mengarahkan ke salah satu guru bernama Elva.
” Silahkan ke Bu Elva aja, saya gak tau,” ucap M. Nur (Red)

Komentar

News Feed