oleh

Dinas KPKP DKI Jakarta Pimpin Panen Jagung dan Terong di Bintaro

Jakarta – Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Provinsi DKI Jakarta memanen sebanyak 2,5 kwintal jagung dan 25 kilogram terong di lahan Kelompok Tani (Poktan) Kebun Berseri Bintaro, Jalan Cakra Negara Raya, RT 03/15 Kelurahan Bintaro, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat (17/12).

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Suharini Eliawati mengatakan, kelompok tani binaan ini sudah aktif bercocok tanam di lahan seluas satu hektar di lokasi ini sejak 2018 lalu. Di lahan ini mereka menanam berbagai jensi sayuran mulai dari jagung manis, terong, kangkung, cabai merah, cabai rawit, sawi, bawang merah, kacang tanah, singkong dan lain sebagainya.

“Ini merupakan bagian dari program Jumat Menanam yang kami gulirkan sejak 2020. Hari ini kami panen bersama  Poktan Kebun Berseri Bintaro,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, dalam program Jumat Menanam pihaknya berkolaborasi dengan Bank Indonesia perwakilan DKI Jakarta membantu kelompok tani binaan agar hasil tanamannya lebih baik. Salah satunya mengganti cara penyiraman manual dengan sistem springkel.

Baca Juga  Kemenkum Malut Buka Layanan Kekayaan Intelektual pada Festival Olah Raga dan Pameran UMKM KONI Ternate

“Mudah mudah kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk menjaga lingkungan sekaligus menciptakan ketahanan pangan di masyarakat. Kam harapkan, anggota poktan akan lebih selektif lagi dalam pemilihan tanaman yang banyak dibutuhkan masyarakat,” tuturnya, dikutip beritajakarta.id.

Kasudin KPKP Jakarta Selatan, Hasudungan Sidabalok menjelaskan, Poktan Kebun Berseri Bintaro sudah mengadopsi sistem pertanian spesifik di perkotaan dalam bercocok tanam.

Baca Juga  Bangkit dari Luka KDRT, Warga Binaan Ikuti Penelitian Rehabilitasi Psikososial Berbasis Kearifan Lokal

“Mereka tidak lagi melakukan penyiraman secara manual, tapi sudah menggunakan tehnologi pengairan dengan digital sistem springkel,” ucapnya.

Ketua Poktan Kebun Berseri Bintaro, Sugianto menambahkan, hingga saat ini pihaknya sudah melakukan 10 kali panen sayuran yang hasilnya sebagian dijual ke warga sekitar.

“Uang hasil penjualan sayuran kami gunakan membeli bibit dan sebagian untuk 10 anggota kami,” tandasnya. (*/cr1)

News Feed