Jakarta– Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari menyatakan bahwa penghitungan jumlah kerugian materiil akibat erupsi Gunung Semeru masih dalam proses perhitungan.
“Perhitungan kerugian saat ini masih terus berjalan bersamaan dengan proses penyiapan dan fase awal di tanggap darurat,” katanya menjawab pertanyaanBeritasatu.com, saat konferensi pers Update Situasi Penanganan Awan Panas Guguran (APG) Gunung Semeru secara daring, Jumat (17/12/2021) dilansir beritasatu.com.
Sementara Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel infantri, Irwan Subekti menyatakan bantuan datang dari pemerintah dan pihak swasta yang seluruh dikoordinasi dan dikumpulkan di rekening Baznas.
“Yang sulit dihitung itu adalah bantuan logistik dan dana yang diberikan pihak swasta kepada warga atau korban yang terdampak Erupsi secara langsung. Kami hanya memberikan informasi titik-titik daerah atau wilayah yang terdampak dan pengungsi yang membutuhkan bantuan. Namun saya kira hal ini tak ada masalah,” ungkapnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada bantuan dana tunai sebesar sebesar Rp 600 juta yang diperuntukkan hunian sementara. Pihak Posko Darurat pun tetap menerima dan menampungnya.
“Seluruh dana itu dikumpulkan di Baznas yang merupakan keputusan bersama dari BNPB, Posko Bencana dan pejabat Bupati setempat yang nantinya dikumpulkan semua dan difokuskan untuk membangun hunian sementara, sebelum membangun hunian tetap,” urai dia.(*/cr2)










