oleh

Waktu Tanggap Darurat Gunung Semeru Diperpanjang Satu Minggu

Jakarta – Status masa tanggap darurat bencana erupsi Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, diperpanjang selama satu pekan atau 7 hari terhitung sejak 18 Desember 2021. Status itu berdasarkan Surat Keputusan Bupati Lumajang Nomor 188.45/549/427.12/2021.

Komandan Posko Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, Kolonel Inf Irwan Subekti mengatakan masa tanggap darurat bencana Erupsi Gunung Semeru diperpanjang menjadi 18-24 Desember.

Keputusan perpanjangan tanggap darurat bencana Erupsi Gunung Semeru itu diambil menyusul peningkatan status dari level II Waspada menjadi level III Siaga dilansir beritasatu.com.

Pada masa tanggap darurat bencana, fokus penanganan bencana meliputi penyelamatan, evakuasi korban, penyediaan tempat aman, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pemulihan sarana dan prasarana.

Baca Juga  Terbaru Korban Semeru, 45 Meninggal dan 9 Hilang

“Untuk tanggap darurat diperpanjang 7 hari hingga 18-24 Desember masih masa tanggap darurat bencana Gunung Semeru,” kata Irwan dalam konferensi pers daring, Jumat (17/12/2021).

Irwan mengatakan dalam masa tanggap darurat bencana kali ini, pihaknya memiliki fokus utama yakni peningkatan pelayanan pengungsi, pemulihan aliran lahar dan awan panas guguran, dan persiapan relokasi pengungsi.

Baca Juga  Dua Wisatawan Korban Kecelakaan Laut di Kabupaten Lebak

Meski operasi pencarian korban hilang akibat bencana awan panas dan guguran Gunung Semeru telah resmi dihentikan, petugas posko tetap melakukan pencarian sambil mengerjakan infrastruktur.

“Belum ditemukan, saat ini masih terdata adalah sembilan orang masih dalam pencarian, tapi tidak ada fokus pada pencarian di titik-titik tertentu. Dan kami sambil melaksanakan sodetan pembenahan tanggul, kemudian juga melaksanakan pencarian di sekitar,” ujar dia.

Baca Juga  BNPB Tinjau Langsung Pelaksanaan PPKM dan Isolasi Tepusat di Kota Banda Aceh

Terkait lokasi relokasi pengungsi, Irwan mengatakan tim tanggap darurat sedang melakukan pendekatan dengan Perum Perhutani. Pasalnya, pengungsi korban Erupsi Semeru bakal direlokasi ke Lahan Perhutani di Lumajang, Jawa Timur.

“Kami secara terus menerus pendekatan pada Perhutani dan masyarakat sehingga nantinya tidak jadi masalah kita melakukan pekerjaan pembangunan untuk relokasi,” jelasnya. (*/cr)

News Feed