oleh

Penjualan Oleh-Oleh Khas Banten Sepi

Baros –  Pandemi virus corona Covid-19 telah mematikan usaha banyak sektor. Ada yang masih bertahan tapi sulit untuk bangkit. Salah satu yang paling terpukul dan babak belur adalah pariwisata.

Sejak Maret 2020, pariwisata benar-benar mati suri. Bisnis oleh-oleh pun ikut terdampak dari lesunya industri pariwisata. Para pengusaha oleh-oleh di berbagai daerah di Indonesia merasakan betul dampak pandemi Covid-19.

Robi salah satunya penjual oleh-oleh di Kampung Kebon Jati Baros mengatakan, sepinya wisatawan yang menuju Pandeglang , termasuk pelintas, membuat kiosnya sepi pembeli. Sehingga, dia harus putar otak untuk tetap bisa bertahan ditengah situasi sulit ini.

Baca Juga  Gubernur Ali Mazi Berharap Ketua DPD RI Percepat RUU Daerah Kepulauan Diundangkan

Ditambah teman-teman pedagang mendapatkan info bahwa kios oleh-oleh yang ada disini yang disewa nya bersama teman-teman pedagang akan dibongkar oleh pemilik nya setelah lebaran Haji nanti. Karena tempat itu akan dibangun sebuah toko retail terkenal.

“Jualan lagi sepi gara-gara corona, kios mau dibongkar, penghasilan menurun. Belum untuk bayar sewa kios perbulan nya Rp 1 juta.  Biasa penghasilan sebulan bisa sampe 20-30 juta , sekarang dapet 5 juta saja sudah bagus,” ujar Robi, saat ditemui satubanten.com, Jumat  (18/06/2021).

Baca Juga  Ada 5.000 Ton Limbah Besi Milik Suku Kamoro Papua di Pelindo II Banten

Slamet (50), pemilik toko oleh-oleh yang lainnya, menyampaikan, penjualan dan penghasilan pun menurun  terdampak larangan mudik dan ketatnya larangan bagi warga yang akan berwisata ke Banten . Jika sebelum pandemi, setiap masa Lebaran atau menjelang hari raya, dirinya bisa menjual buah-buahan dengan jumlah banyak.

“Dulu hari-hari seperti ini sudah antre, pembeli per hari bisa sampai 50 orang. Sekarang paling banyak enam orang per hari,” tuturnya.

Baca Juga  326 Desa Kabupaten Serang Terima Akta KMP, Kemenkum Komitmen Penuh

Para pedagang oleh-oleh khas Banten disini berharap pandemi segera berakhir sehingga pergerakan masyarakat dan pariwisata bisa kembali normal.

(*/cr3)

Sumber: satubanten.com

News Feed