oleh

Azis Syamsuddin Dukung Materai Digital

JAKARTA- Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin menanggapi positif penerbitan Bea Materai Rp. 10.000,-. Azis menilai selain akan mendongkrak pendapatan negara, menjadi momen untuk mencetak Bea Materai dengan nomor seri yang unik agar mampu menghindari pemalsuan di pasar. Pemberian nomor seri unik serta juga mengembangkan materai digital di nilai menjadi jawaban atas perkembangan zaman saat ini. Aturan baru Bea Materai akan diberlakukan pada 1 Januari 2021.

“Sudah saatnya Bea Materai itu di terbitkan dengan satu nilai saja, saat ini DPR dan Pemerintah sedang dalam proses mengerjakan RUU Bea Materai ini. Dimana banyak point-point yang sedang kita diskusikan agar relavan dengan perkembangan zaman saat ini. Seperti halnya batasan transaksi yang terkena Bea Materai berubah dari sebelumnya dokumen dengan nilai transaksi Rp 1jt menjadi diatas Rp 5jt. ” Ujar Azis Syamsuddin.

Politisi asal Golkar mengharapkan kedepan peredaran meterai bisa terawasi dengan baik sehingga tidak memunculkan peredaran Materai palsu. Hukuman Pidana serta denda pemalsuan menjadi beberapa pokok aturan yang sedang di kembangkan dan di harapkan dapat terimplimentasi dan terawasi oleh pemerintah melalui apart penegak hukum. Hal ini juga berlaku untuk transaksi digital.

BACA JUGA:  Jumlah Terpapar Covid Meningkat, Bupati Lebak Minta  Warga Tunda Rayakan Maulid Nabi

“Demi asas kesetaraan, pengunaan Bea Materai digital juga wajib di kembangkan terhadap e-commerce dan usaha online. Inilah tantangan zaman yang perlu kita menyesuaikan dan mengembangkan dalam peralihan konsep koventional menuju era revolusi industri 4.0 saat ini. Hal ini juga akan memberi kepastian hukum terhadap penjual maupun pembeli dalam transaksi yang bersifat online” tegas Azis Syamsuddin.

Mantan Ketua Komisi III mengharapkan pemberlakukan nomor seri pada Bea Materai kelak akan membangun kepercayaan di masyarakat dan setiap nomor seri Bea Materai tercatat oleh Dirjen Pajak. Sebelumnya Meteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan pada tahun 2021 bea materai hanya berlaku satu tarif saja, yakni sebesar Rp 10.000,- per lembar materai. Pertimbangan kenaikan tarif bea materai adalah karena PDP masyarakat telah meningkat dibanding pada tahun 2000 ketika terakhir kali bea materai dinaikkan.

BACA JUGA:  Sudah Lakukan Sesuai Prosedur “ PTSL Kelurahan Kasunyatan

“Menteri Keuangan sudah tepat dalam langkah cepat berkoordinasi dengan DPR dalam hal ini. Kita dukung hal ini untuk menuju era digitalisasi Indonesia 4.0, asas kesetaraan serta memberi kepastian hukum kepada melaku usaha baik yang konventional maupun yang digital. Hal ini tentu dengan semangat Indonesia Maju” tutur Azis Syamsuddin. (Redaksi-toid)

Komentar

News Feed