oleh

Peresmian Serah Terima Sarana Prasarana Program Kotaku Blora

BLORA – Program pembangunan kota tanpa kumuh (Kotaku) di Kabupaten Blora diharapkan dapat terus berkelanjutan. Sebab, bantuan dari pemerintah pusat itu sangat membantu untuk membangun wilayah kelurahan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Blora Tri Yuli Setyowati, saat peresmian dan serah terima sarana prasarana program Kotaku Kabupaten Blora tahun anggaran 2021, di Kelurahan Tegalgunung, Kamis (16/12/2021). Menurutnya, program Kotaku juga disambut positif oleh masyarakat. Untuk itu, wabup berharap agar program Kotaku ini dapat berkelanjutan.

“Masyarakat juga senang sekali, terbantu dengan adanya program ini. Membantu untuk mengurangi kekumuhan yang ada di wilayah perkotaan,” jelasnya.

Disampaikan, di Kabupaten Blora terdapat 24 kelurahan, namun yang telah mendapatkan program Kotaku, baru tujuh kelurahan. Sehingga masih banyak kelurahan yang perlu untuk mendapatkan sentuhan.

Baca Juga  PPKM di Bogor di Perpanjang Mulai 16 Sampai 29 November 2021

“Bapak Kepala BPPW (Balai Prasarana Permukiman Wilayah), kami berharap agar ada kesinambungan di 2022 benar-benar bisa kami dapatkan. Kami siap nanti harus seperti apa. Yang terpenting, masyarakat kami bisa menerima manfaatnya,” imbuhnya, dikutip jatengprov.go.id.

Pada kesempatan itu, wabup berpesan, kepada masyarakat agar dapat menjaga dan memanfaatkan sarana dan prasarana yang telah diberikan dengan baik.

“Semoga sarana dan prasarana untuk wilayah ini bisa sangat bermanfaat, dan ruang terbuka ini bisa menjadikan warga sini berdaya saing, bisa melakukan hal yang baik untuk lingkungan,” harap wabup.

Kepala BPPW Jawa Tengah Cakra Nagara menjelaskan, adanya kegiatan-kegiatan dari Direktorat Jenderal Cipta Karya melalui BPPW Jateng tersebut, salah satunya adalah bertujuan untuk mengurangi kawasan kumuh.

Baca Juga  Polda Banten Lakukan Rapid Test Jelang Pengamanan Pilkada

“Kita berupaya, kawasan kumuh ini semakin lama semakin mengecil. Alhamdulillah daerah Asem Kembar (Desa Tegalgunung) ini saya melihat saat ini tempat yang begitu indah,” ucapnya.

Disampaikan, ada beberapa kegiatan Kotaku, yakni cash for work (padat karya), yang merupakan kegiatan kolaborasi, didukung dan didanai pemerintah pusat untuk Blora.

“Padat karya (cash for work) yang ada di tujuh kelurahan, dengan nilai masing-masing Rp300 jutaan. Jadi, padat karya ini difokuskan untuk pemeliharaan masyarakat dapat memaksimalkan manfaat dari yang sudah dibangun,” lanjutnya.

Ascot Mandiri Program Kotaku Lilik Trilaksono, menambahkan, ada tujuh kelurahan yang menerima program cash for work, yakni Kelurahan Mlangsen, Jetis, Tambahrejo, Bangkle (Kecamatan Blora), serta Karangboyo, Ngroto, dan Ngelo (Kecamatan Cepu).

Baca Juga  Cegah Gangguan Kamtibmas dan Jaga Rasa Aman, Ditpamobvit Polda Banten Patroli Wisata

Disampaikan, kegiatan-kegiatan tersebut dilaksanakan pada 22 hingga 23 November 2021 lalu, dan sudah dilakukan sertifikasi oleh satker pelaksanaan prasarana permukiman. Kemudian, bantuan pemerintah untuk masyarakat reguler, diterimakan kepada dua kelurahan yakni Sonorejo dan Tegalgunung.

“Kegiatan itu sudah dilakukan, 100 persen kegiatan fisik dan laporan keuangannya 100 persen. Pada 13 Desember kemarin, sudah dilakukan sertifikasi terkait kegiatan tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, juga dilakukan peresmian dan penyerahan sarana prasarana secara simbolis, berupa gerobak sampah kepada kelompok pemelihara dan pemanfaat di Kelurahan Tegalgunung. (*/cr1)

News Feed