oleh

Mahal dan Langkanya Gas Elpiji Terpaksa Gunakan Kayu Bakar

PANDEGLANG – Di tengah mewabahnya Covid-19 dan menjelang bulan suci Ramadhan, masyarakat masih berhadapan dengan masalah klasik. “ Lantaran untuk isi ulang gas elpiji ukuran 3 Kg susah di cari dan harga sangat mahal di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sekalipun ada gas elpiji 3 Kg tersebut.

Hal tersebut seperti yang di keluhkan Bu Siti warga desa Sindanghayu kecamatan Saketi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten “ mengungkapkan. “Ya saya untuk sementara memakai bahan kayu bakar untuk memasak, walaupun kayu bakar lebih mudah di dapat namun saya harus menggunakan tenaga extra.

Karena sulitnya mencari gas ukuran 3 Kg di tambah harganya yang mahal, terutama di warung warung pengecer yang ada di desa Sindanghayu, saya biasa beli di warung pengecer di wilayah kampung Pedes dan di kampung Sayani, harga mulai dari Rp 27.000,- sampai Rp 30.000,- per tabung.”  Ungkapnya, Sabtu (20/3/2021) Dikutip Bungasbanten.id – Group siberindo.co

“ Hal senada di ungkapkan Muklis selaku kepala rumah tangga, masih warga Desa Sindanghayu. “Sulitnya ngisi tabung gas elpiji ukuran 3 Kg dan mahalnya harga di warung warung pengecer membuat makin terasa berat dalam upaya mencari biaya hidup.

Baca Juga  Polres Metro Tangerang Kota Gandeng Jasa Raharja Persiapkan Operasi Keselamatan Jaya 2024

Saya berharap kepada pemerintah Kabupaten Pandeglang agar cepat mengambil tindakan, agar kelangkaan dan mahalnya tabung gas 3 Kg ini dapat di atasi.” Tutupnya *(UJANG AWALUDIN)

News Feed