oleh

Senin Pagi, Stasiun Bogor Lebih Padat dari Pekan Lalu

BOGOR–Suasana Stasiun Bogor terlihat padat pada Senin (20/7/2020) pagi. Berbeda dari Senin pekan lalu yang cenderung lenggang pada jam 06.30 WIB, antrean justru masih terlihat pada Senin pagi tadi pada jam yang sama.

Namun demikian, situasi tersebut masih bisa terkendali dan tidak sepadat dua pekan lalu. Sementara pantauan di luar stasiun, antren bus gratis sudah mulai mencair sekitar jam 06.50 WIB.

Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, pada Senin pekan lalu jumlah penumpang KRL sedikit menurun dikarenakan banyak penumpang yang berangkat pada H-1 atau pada Minggu sore dan malam.

Baca Juga  Wali Kota Bogor Lelang 46 Barang Pribadi Guna Didonasikan untuk Biaya Pendidikan dan Kebutuhan Anak Yatim Piatu

“Hari ini kita lihat situasi yang cukup normal, Senin kemarin karena dua minggu lalu itu penuh sekali, kelihatannya minggu lalu banyak penumpang memilih minggu malam sehingga senin jumlah penumpang turun. Kemudian karena minggu lalu turun dan agak sepi maka penumpang, Senin pagi ini kembali lagi,” kata Bima.

Bima mengaku ia memantau, jam 06.40 WIB penumpang masih lumayan padat dibanding minggu lalu dengan jam yang sama sudah lenggang.

Baca Juga  Prabowo Subianto Terima Pin Emas dari SMSI atas Dedikasinya Jaga Demokrasi

“Tapi tetap relatif bisa terurai. Waktu antrean mulai dari pintu masuk stasiun sampai masuk gerbong saya lihat sekitar 30-40 menit,” katanya.

Di Stasiun Bogor juga Bima Arya sempat berbincang dengan pihak Kementerian Perhubungan dan sepakat bahwa opsi bantuan gratis tidak bisa permanen. Bahkan, berdasarkan survei kepada penumpang, mereka bersedia untuk membayar tiket.

Baca Juga  Berkarir Dari Bawah, Ali Hanapiah Jabat Sekjend DPP KNPI Pusat

“Tidak mungkin semuanya gratis, sudah ada survei juga. Jadi warga bersedia membayar tiket bus. Asal tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu jauh tarifnya dengan kereta. Kita akan mempercepat itu, titik berangkatnya dari mana, harga tiketnya berapa karena tidak mungkin selamanya gratis di sini. Dan selama belum memungkinkan ditambah penumpang di dalam gerbong, maka bus berbayar ini jadi solusi utama,” katanya.(Husnul Khatimah/Ayobandung.com)

Komentar

News Feed