oleh

Pembangunan Jalan di Soal oleh Forum Mahasiswa Cibitung

PANDEGLANG – Program pembangunan jalan di wilayah kecamatan Cibitung kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, saat ini di soal oleh Forum Mahasiswa Cibitung.

Diketahui bahwa pembangunan jalan A 1 Kabupaten di Kecamatan Cibitung, tepatnya di jalan Cikadu – Pasirnangka  dengan anggaran Rp 1.253.449.719,-  luas kurang lebih 477 meter, tebal 0,25 cm dan lebar 4 meter, yang dilaksanakan oleh pihak kontraktor Dengan konsultan pengawas , Konsep Desain Konsulindo dan kontraktor pelaksana yaitu CV Triloka Jaya Perkasa.

Serta pembangunan jalan tersebut sudah mengalami  beberapa keretakan pada bagian badan jalan bagian atas dan samping, hal ini berdasarkan temuan media dan juga masyarakat, bahwa adanya keretakan jalan beton di beberapa titik ,  padahal jalan tersebut belum digunakan, baru sekitar kurang lebih 2 mingguan selesainya, akan tetapi sudah mengalami keretakan. “Apa yang menjadi penyebabnya belum diketahui secara pasti.

Baca Juga  Jelang Arus Mudik, Ridwan Kamil Tinjau kesiapan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan

“Dikatakan oleh Forum mahasiswa Rohim Asal Cibitung “ Apakah karena waktu penyiramanya yang kurang tepat, atau karena kualitas bahan yang digunakannya tidak sesuai perencanaan, atau struktur tanah yang tidak mendukung, atau karena ada penyebab lain, hal ini belum diketahui secara pasti .” Karena keretakan demikian bisa terjadi karena beberapa faktor. “ kata Rohim, Senin ( 20/9/2021) Dikutip Bungasbanten.id – Group siberindo.co

“ Lanjut ia, Namun beberapa titik yang retak, sudah dilakukan perbaikan dengan cara di tambal pakai aspal setelah ada media mengkonfirmasi pada pihak PU selaku yang monitoring serta pelaksana katakan “ tuturnya.

Baca Juga  Semarakkan Hari Pengayoman Ke-79, Rutan Bangil Gelar Lomba Antar Pegawai

Masih kata Rohim, soal adanya keretakan tersebut, kami dari mahasiswa sangat menyayangkan hal tersebut kenapa bisa terjadi, padahal kalau dilihat secara langsung dari tebal, lebar, permukaan, itu sudah bagus, sekalipun memang belum dilakukan uji LAB atau mungkin belum ada yang audit.

Selanjutnya hal tersebut kami juga belum bisa menyimpulkan apakah keretakan ini masih dalam batas wajar atau tidak, karena memang masih dalam perawatan dan kami juga belum melakukan pengukuran apakah kerusakannya fatal atau tidak, kalau sampai fatal, maka harus dibongkar.

Karena hasil kajian sama orang sipil, bahwa itu keretakan yang wajar, namun hasil kajian dengan salah satu dosen sipil bahwa itu sudah tidak wajar,  Pelaksana sendiri, saat di tanyakan lewat via telpon mengatakan bahwa, itu sudah di perbaiki, dan itu adalah hal yang wajar karena retaknya menyamping bukan retak memanjang.

Baca Juga  Berikan Arahan di Kanim Cilegon, Kadiv Imigrasi: Optimalkan Anggaran Belanja Modal dan Pegawai

“ Kami berharap ke depan jangan sampai ada kerusakan seperti ini lagi, apalagi jalannya belum digunakan, mau wajar mau tidak, secara kasat mata sebenarnya ini terlihat tidak wajar, jika sampai ada keretakan yang fatal, maka mau tidak mau jalan tersebut harus di bongkar.

“ Terakhir Rohim “ mengajak kepada seluruh mahasiswa, pemuda dan masyarakat Cibitung untuk terus mengawal pembangunan jalan ini, saling memberi informasi saja, karena kami mahasiswa jarang ada di kampung halaman “ Pungkas Rohim. *(ABRO /IWAN)

News Feed