oleh

Dindikbud Pandeglang Minta Pembelajaran Tatap Muka Utamakan Protokol Kesehatan

KABUPATEN PANDEGLANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang kembali memperbolehkan pembelajaran tatap muka bagi sekolah yang ada di Pandeglang. Namun, Dindikbud menekankan agar pembelajaran tetap menggunakan protokol kesehatan.

Kepala Dindikbud Pandeglang, Taufik Hidayat mengungkapkan, Dinas Pendidikan Pandeglang sudah mengeluarkan surat edaran dan informasi kepada koordinator wilayah (Korwil) dan Kepala Sekolah (Kepsek) tentang pembelajaran tatap muka.

“Pembelajaran tatap muka sudah di informasikan melalui surat ke Kormin dan para Kepala Sekolah (Kepsek) TK, PAUD, SD dan SMP agar pembelajaran tatap muka tetap menggunakan protokol kesehatan,” kata Taufik, saat ditemui di ruang kerjanya. Rabu (18/11/2020)

Baca Juga  Kemendikdasmen Hidupkan Semangat Bulan Bahasa dan Sastra Tahun 2025 Melalui Pentas Sastra

Ia juga menjelaskan, mekanisme pembelajaran tatap muka masih menggunakan metode ganjil-genap yakni jumlah siswa dalam satu kelas dibagi menjadi dua kelompok.

“Masih menggunakan ganjil genap, jika di sekolah itu satu kelasnya 20 orang maka yang belajar hari itu yang masuk hanya 10 orang, lebih mengutamakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Maksudnya mereka bersekolah tapi tetap menggunakan protokol kesehatan 3 M, menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan,” jelasnya.

Baca Juga  Kakanwil Dorong Perguruan Tinggi Jadi Penggerak Peningkatan Pencatatan Kekayaan Intelektual

Taufik melanjutkan dalam surat edaran tersebut, Dindikbud sudah memperbolehkan pembelajaran tatap muka sejak Senin (16/11/20). Menurutnya, kebijakan dibuka kembali pembelajaran tatap muka itu berdasarkan usulan dari para orang tua siswa.

“Waktu pembelajaran sampai jam 10,tidak ada istirahat langsung pulang , semua ini dilakukan berdasarkan permohonan orang tua, banyak yang mengeluh anak susah kalau belajar  di rumah sehingga pertimbangannya dari pada berkerumun di rumah mending berkerumun di sekolah karena lebih terkontrol,” ungkapnya.

Baca Juga  Wisuda 702 Taruna Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional, Menteri AHY: Jangan Pernah Berhenti BelajarSleman - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mewisuda 702 taruna-taruni Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Minggu (01/09/2024). Pada kesempatan ini, ia memotivasi para lulusan dan mengingatkan bahwa wisuda bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan harus disikapi sebagai awal perjalanan sesungguhnya. “Saya berharap tidak pernah berhenti belajar, teruslah menimba ilmu pengetahuan, pengalaman, wawasan dan juga pertemanan karena kita ingin selalu siap selalu adaptif, responsif terhadap perkembangan zaman termasuk berbagai kemajuan di bidang teknologi informasi,” ujar Menteri AHY. Kementerian ATR/BPN sendiri telah melakukan pengelolaan pertanahan dan tata ruang dengan perkembangan teknologi, salah satunya pemetaan kadastral menggunakan drone dan satelit.

Namun kata Taufik, meski pembelajaran tatap muka sudah kembali diperbolehkan untuk pembelajaran online dan kunjungan guru ke rumah siswa masih tetap dilakukan.@JUANDA

News Feed